GudangPelajaran

Kumpulan Materi Pelajaran

7 Macam Pengertian Teks Anekdot Beserta Asal-Usul, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, Fungsi dan Tujuan-nya

March 14, 2017

Halo teman-teman, kali ini aku berusaha menulis berbagai informasi segar terkait dengan pengertian teks anekdot.

Nah, bilamana kamu telah berkali-kali mencoba mencari pengertian teks anekdot dan berkali-kali pula mendapatkan tulisan yang mirip, maka aku yakin kamu akan mendapatkan hal baru tentang pengertian (lebih tepatnya pemaknaan) teks anekdot dalam artikel ini.

Asal-Usul Kata Anekdot

Kata anekdot ini berasal dari bahasa yunani. Karena berasal dari sana, maka kita bisa mengandaikan bahwa anekdot atau teks anekdot ini secara historis bermula dari kebudayaan yunani kuno yang harus diakui sudah sangat maju pada waktu itu.

Anekdot atau dalam bahasa yunani adalah anekdote berasal dari gabungan dua kata, yakni an dan ekdote. An bisa diterjemahkan sebagai tidak sementara ekdote bisa diterjemahan sebagai publikasi.

Jika diartikan secara harafiah, anekdote merupakan sesuatu yang tidak untuk dipublikasikan alias rahasia.

Apa sih yang dirahasiakan? Kenapa kok rahasia? Sama dengan yang disini, sesuatu yang rahasia bisa berupa hal penting (contoh, peta harta karun, strategi perang, jebakan, dsb) atau sesuatu yang memalukan seperti aib. Tetapi pada waktu itu, teks anekdot sudah ada dan tidak jauh-jauh pengertiannya dengan anekdot masa kini.

Di Yunani kuno, teks anekdot merupakan suatu teks berdasarkan kenyataan yang sebenarnya.

Disebut anekdot atau tidak untuk dipublikasikan adalah karena teks tersebut diubah sedemikian rupa sehingga berisi cerita lain yang merujuk pada kenyataan yang sebenarnya.

Jadi teks anekdot adalah suatu teks yang secara tidak langsung merujuk pada peristiwa yang sebenarnya. Kenapa kok tidak langsung saja seperti halnya teks berita?

Disinilah seninya teks anekdot; yang dihadirkan melalui teks anekdot adalah wacana tentang aib seseorang, kebodohan seseorang, kegagalan seseorang yang sudah pasti seseorang itu merupakan orang penting seperti penguasa atau tokoh-tokoh berpengaruh lainnya.

Bila kita mengatakan secara langsung aib seseorang tersebut, bisa hilang nyawa kita. Oleh karena itu aib orang tersebut dikatakan melalui anekdot atau teks yang secara tidak langsung menguak aib tersebut.

Dengan demikian, teks ini bersifat ambivalen alias ambigu; secara fisik teks tersebut tidak mengenai si A tetapi pembaca bisa terarahkan bahwa teks itu bermakna si A.

Dengan mengatakan sesuatu melalui anekdot, si pembuat anekdot bisa berkelit bila dituduh mencemarkan nama baik seseorang.

Nah, karena kebudayaan Yunani merupakan kebudayaan yang beradab dan orang lebih mengandalkan pikiran daripada adu jotos, maka pembuat anekdot ini bisa aman jika diadili.

Anekdot dibuat di Yunani pada waktu itu adalah untuk mengkritik, menyindir, mengajarkan, atau mengabarkan kebenaran yang semestinya diketahui orang banyak sehingga teks anekdot dibuat semenarik mungkin.

Dengan demikian, teks anekdot di Yunani menjadi salah satu media yang edukatif untuk berdialektika; ingat, orang-orang Yunani kuno nggak hobi berkelahi lho ya, senangnya cuma debat. Teks anekdot di Yunani bisa juga dimaknai sebagai seninya mengkritik orang, jadi nggak langsung semprot gitu teman-teman.

Pengertian Teks Anekdot

Pengertian teks anekdot secara umum adalah sebuah teks yang berisi sebuah kisah atau sebuah cerita yang ditulis berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang bertujuan untuk memberikan kritik atau saran baik kepada pemerintah, organisasi atau seseorang yang dapat ditulis dalam bentuk cerita singkat, cerita lucu, humor akan tetapi mengandung suatu pesan moral tertentu.

Untuk memahami lebih jelas tentang pengertian teks anekdot, disini kami akan menjelaskan 7 macam pengertian teks anekdot.

1. Pengertian Teks

Apa sih teks itu? Apakah teks selalu berupa tulisan? Kita terlanjur terbiasa memaknai teks sebagai tulisan pada umumnya.

Padahal yang namanya teks itu tidak harus berupa huruf yang disusun menjadi kata-kata, kata-kata yang disusun menjadi frasa, frasa yang disusun menjadi kalimat, dan kalimat yang disusun menjadi paragraph.

Teman-teman ingat relief di candi Borobudur? Atau hiroglif di piramida kuno? Atau bahkan gambar-gambar binatang dari jaman purba? Itu semua merupakan teks.

Ciri-ciri teks adalah segala bentuk sistem bahasa yang bisa dipergunakan untuk berkomunikasi. Tentunya sistem bahasa ini secara sederhana berisi rangkaian penanda dari berbagai jenis penanda.

Sehingga, kita bisa memiliki bahasa verbal atau bahasa sehari-hari (bahasa ucap dan tulis), lalu bahasa tubuh, ikon, simbol, gambar, foto, video dan lain sebagainya. Ini semua merupakan teks sejauh bisa dipahami dan disepakati sebagai alat komunikasi.

Dengan begitu kita memiliki berbagai jenis dan bentuk teks lho teman-teman, yang disampaikan melalui media cetak, radio, televisi, internet, panggung, atau langsung dari mulut dan tubuh kita.

Sehingga, kita memiliki jenis dan bentuk teks seperti misalnya karya sastra (novel, puisi, drama, cerpen, esai), tulisan ilmiah, artikel, berita, catatan harian, relief, hiroglif, komik, lukisan, foto, gambar, video, film, tari, pantomime, teater, dan lain sebagainya.

Banyak kan jenis-jenis teks itu! Dan anekdot merupakan salah satu dari berbagai jenis teks tersebut.

2. Pengertian Anekdot

Pengertian anekdot dalam bahasa inggris (dalam hal ini, kami menggunakan kamus oxford) adalah “cerita pendek yang menarik tentang kisah nyata seseorang atau suatu peristiwa penting”.

Lalu, karena kita lebih fokus pada anekdot di Indonesia, maka untuk mengkerucutkan pemahaman tersebut baiknya kita menggunakan panduan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian anekdot adalah “cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya”.

Jadi teman-teman, karena menurut dua kamus yang layak dijadikan sebagai referensi ini memiliki kesamaan yang mengatakan bahwa anekdot merupakan cerita pendek/singkat, menarik/mengesankan, merujuk pada tokoh/peristiwa penting, dan merujuk pada fenomena nyata, maka pertama-tama dan yang paling penting, anekdot harus bisa bercerita atau berisi cerita.

3. Pengertian Teks Anekdot

Dari poin sebelumnya kita telah belajar tentang apa itu teks dan apa itu anekdot sehingga jika digabungkan, pengertian teks anekdot adalah suatu teks (tulisan/non-tulisan) pendek yang berisi cerita berdasarkan kisah nyata yang menarik tentang seseorang/tokoh penting.

Apakah teks anekdot harus lucu? Kebanyakan teks anekdot di Indonesia bersifat lucu sementara secara universal teks anekdot tidak melulu lucu. Yang jelas teks tersebut harus singkat dan menarik.

Apakah teks anekdot harus berupa sindiran, kritik, cemooh dan lain-lainnya yang bernada negative terhadap peristiwa yang dituju?.

Sekali lagi, di Indonesia kebanyakan teks anekdot berupa sindiran/kritik/cemooh yang ditujukan kepada tokoh-tokoh penting/terkenal yang biasanya telah melakukan suatu kesalahan atau tindakan yang memalukan sehingga pantas untuk dicemooh dan ditertawakan.

Sementara secara universal, teks anekdot bisa berupa refleksi yang bahkan bersifat atau bernuansa religious.

Nah, teman-teman, agar pemahaman mengenai pengertian teks anekdot tidak sebatas sampai di sini, maka ada baiknnya kita melihat juga beberapa pengertian anekdot dari sudut pandang lain yak, biar lebih mantep. Oke, kita lanjut pada poin berikutnya:

4. Pengertian Teks Anekdot Menurut Para Ahli

Agar lebih afdol, yuk kita intip teori tentang pengertian teks anekdot menurut para ahlinya.

Salah satu ahli dalam bidang anekdote yang aku pilih dalam artikel ini adalah Lionel Gossman; dia menulis sejarah anekdot dalam bukunya yang berjudul History and Theory; dalam salah satu sub bab dalam bukunya yang berjudul Anecdote and History.

Pengertian anekdot menurut Gossman tidak jauh berbeda dengan pengertian yang di dalam kamus, hanya saja poin penting yang harus digaris-bawahi terkait anekdot, dan hal ini merupakan hal yang boleh dibilang segar, anekdot merupakan teks sejarah yang ditulis dengan cara menarik. Tak hanya itu, menurut Gossman, anekdot juga merupakan salah satu teks yang turut berperan serta dalam mengubah dunia melalui salah satu unsur khas dari anekdot, yakni peristiwa nyata yang singkat sekaligus memikat.

Selain Gossman, ada baiknya kita juga mengintip pendapat J.A. Cuddon dalam bukunya yang berjudul A Dictionary of Literary Terms And Literary Theory, anekdot merupakan suatu cerita singkat mengenai seseorang atau suatu insiden.

Pengertian ini juga tak jauh berbeda dari yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Namun Cuddon juga mencatat sejarah pengertian anekdot dari masa ke masa yang pada intinya adalah bahwa pengertian klasik dari teks anekdot adalah cerita tentang suatu ‘rahasia’ alias cerita menguak suatu yang semestinya dirahasiakan atau tidak untuk dipublikasikan.

Nah, itu tadi kata para ahli dari luar teman-teman, kurang lebih mirip-mirip kan? Bahkan boleh dibilang setara dengan yang dikatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tentunya disusun oleh para ahli bahasa Indonesia.

Sayangnya, aku belum menemukan ahli anekdot dari Indonesia yang menyusun buku dan secara khusus membahas soal anekdot secara lebih rinci.

Baiklah, saatnya untuk beralih ke pengertian teks anekdot yang lain guna melengkapi pemahaman kita bersama di poin selanjutnya.

5. Pengertian Teks Anekdot dalam Bahasa Jawa

Pengertian teks anekdot dalam bahasa jawa inggih meniko satunggaling teks (tulisan utowo non tulisan) cekak ingkang ngemot dumateng cerito ingkang adhedashar kisah nyoto tur menarik minongko salah satunggalipun tiyang utawi tokoh.

6. Pengertian Teks Anekdot dan Humor

Di bagian sebelumnya sempat disinggung bahwa anekdot tidak sama dengan humor meski seringkali anekdot ini berupa teks yang lucu.

Yang jelas, cerita humor merupakan cerita yang sengaja dibuat lucu dengan tujuan utama sebagai hiburan semata. Sementara anekdot lebih dari sekedar lucu, anekdot merupakan kisah yang factual sehingga layak juga disebut sebagai teks yang bersejarah atau teks yang menandai suatu persitiwa tertetu sehingga kita selalu ingat pada peristiwa tersebut ketika kita membaca kembali teks anekdot bertahun-tahun kemudian.

7. Pengertian Teks Anekdot Lisan

Sebagaimana juga telah disinggung dibagian sebelumnya, anekdot bisa berbentuk ujaran lisan atau disampaikan secara lisan. Kita akan sering menemui anekdot semacam ini pada pidato, khotbah, seminar, atau dalam ruang pertunjukan.

Teks anekdot lisan ini justru merupakan teks yang paling tua; ada lebih dahulu sebelum tulisan itu ditemukan/diciptakan sebagai bahasa komunikasi.

Kelemahan dari teks anekdot lisan ini adalah tidak bisa difotocopy sebagaimana teks anekdot tulisan/cetak. Namun dengan kemajuan teknologi dan ditemukannya alat perekam audio dan visual alias video, teks anekdot lisan ini bisa dinikmati meski tidak secara langsung.

Nah, lumayan banyak kan yang bisa kita peroleh tentang pengertian teks anekdot yang kita pelajari dari berbagai sumber. Selain soal pengertian teks anekdot, ada baiknya juga kita pelajari hal lain mengenai anekdot pada poin-poin selanjutnya ya.

Fenomena Anekdot di Indonesia

Seperti yang dikatakan di atas, teks anekdot di Indonesia cenderung memiliki kedekatan dengan teks anekdot di Yunani dalam hal tidak secara langsung mengatakan realitas yang dirujuk.

Di Indonesia teks anekdot umumnya berupa tulisan dan gambar yang lucu dan sarat akan kritik serta sindiran. Tentunya teks ini merujuk pada “kebodohan” tokoh-tokoh tertentu. Seringkali, teks anekdot semacam ini bernuansa politik.

Di era sekarang, teks anekdot seringkali dibuat secara samar-samar (diplesetkan, diganti tokohnya, dll) namun masih terpahami bahwa teks tersebut merujuk pada sesuatu yang sedang dibicarakan.

Tapi kok ada juga cerita lucu yang tidak ada hubungannya dengan kritik/sindiran tetapi disebut sebagai anekdot? Jangan salah ya teman-teman; anekdot di Indonesia memang cenderung lucu dan kocak, tetapi hal ini beda lho dengan teks humor, hal ini akan dibahas pada artikel lain, perbedaan anekdot dan cerita lucu.

Bila ada cerita pendek dan lucu tetapi tidak berdasarkan dengan kenyataan, tidak terkait dengan peristiwa penting atau tokoh-tokoh penting, maka cerita tersebut bukanlah anekdot, melainkan cerita humor.

Fenomena anekdot yang saat ini sedang menjadi trend di dunia maya adalah meme.

Bisa juga kita sebut meme yang mengkritik tokoh tertentu atau mewakili peristiwa penting tertentu sebagai anekdot bentuk baru mengingat dunia media sosial lebih efektif menyampaikan sesuatu melalui gambar.

Dan kelak, mungkin ada bentuk lain dari teks anekdot yang belum pernah ada saat ini.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

Dari penjelasan pada poin-poin di atas, tentu saja kita bisa membuat ciri-ciri dari teks anekdot. Ciri-ciri ini secara tidak langsung telah diuraikan, namun agar lebih jelas kita buat poin-poin lagi yuk tentang ciri-ciri anekdot:

  1. Anekdot merupakan cerita singkat, padat, jelas yang berdasar atau terinspirasi dari kenyataan yang menarik.
  2. Dihadirkan dalam bentuk teks (tulisan dan non tulisan).
  3. Teks anekdot bisa bertansformasi sebagai teks genre lain, misalnya sastra (puisi, cerpen, dll) sehingga anekdot dalam hal ini menjadi sifat dari teks bergenre lain, contoh; puisi anekdot, cerpen anekdot, dll.
  4. Dibuat semenarik mungkin dan seringkali lucu dan konyol.
  5. Umumnya merupakan sindiran yang ditujukan pada tokoh-tokoh penting atau terkenal.
  6. Harus bisa dipahami banyak orang.

Jenis-Jenis Teks Anekdot

Kira-kira apa saja sih jenis-jenis teks anekdot? Mudah saja, kita bisa menyontek dari uraian sebelumnya. Berikut merupakan jenis-jenis teks anekdot:

  1. Cerita anekdot
  2. Puisi anekdot
  3. Karikatur anekdot
  4. Meme anekdot
  5. Video anekdot
  6. Teater anekdot
  7. Komik anekdot
  8. Lukisan anekdot
  9. Pantomime anekdot
  10. Film anekdot
  11. Humor anekdot
  12. Anekdot satir
  13. Anekdot religious
  14. Anekdot motivasi
  15. Dan masih banyak lagi teman-teman; kamu bisa menemukan anekdot berdasarkan ciri-ciri yang telah kita bahas di bagian sebelumnya.

Fungsi Dan Tujuan Teks Anekdot

Banyak karya dibuat dengan tujuan untuk mengubah kehidupan saat ini menjadi lebih baik kedepannya.

Hal ini tak terkecuali anekdot; anekdot yang sarat akan kritik dan sindiran dibuat (dengan resiko yang tidak main-main) tentunya bukan untuk lelucon belaka, melainkan memiliki misi untuk mengubah padangan orang terhadap sesuatu.

Kita bisa memahami hal tersebut dengan menggunakan contoh, misalnya ada gambar karikatur anekdot seorang bapak-bapak gendut dengan wajah mirip anggota DPR sedang melahap satu kantong besar yang ada tulisan “dana moneter” sementara satu kakinya menginjak tubuh-tubuh rakyat yang digambarkan dengan gambar kecil.

Karena ada fakta nyatanya, dengan melihat gambar tersebut kita bisa langsung tahu bahwa tema dari gambar tersebut merupakan korupsi; sang bapak melahap uang rakyat dan rakyat menjadi korbannya.

Gambar semacam itu tentu berakibat fatal bagi pembuatnya jika dia menggunakan gambar wajah asli. Sang pembuat tentu memiliki harapan sekaligus tujuan dengan melahirkan teks tersebut, yakni merubah situasi yang penuh dengan KKN dengan cara menyindir secara keras dan terus menerus melalui gambar anekdot.

Jadi bila kita buat poin-poin tentang fungsi dan tujuan anekdot, ada beberpa hal yang bisa aku tuliskan, yakni:

  1. Salah satu fungsi anekdot adalah untuk menyampaikan kebenaran (realitas) dengan cara segar dan menarik.
  2. Menjadi pengingat atas adanya realitas yang disampaiakan
  3. Menjadi sarana kritik dan sindiran yang sangat efisien
  4. Bertujuan untuk merubah keadaan menjadi lebih baik
  5. Bertujuan untuk merubah perilaku manusia agar menjadi baik (baik yang disindir dalam anekdot atau pembacanya)

Nah teman-teman, cukup sekian pembahasan tentang 7 macam pengertian teks anekdot beserta asal-usul, ciri-ciri, jenis-jenis, fungsi dan tujuan-nya.

Sharing is Caring

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 GudangPelajaranContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service
Top