GudangPelajaran

Kumpulan Materi Pelajaran

Memahami Pancasila Sebagai Dasar Negara Beserta Sejarah dan Ideologinya


Pancasila Sebagai Dasar Negara - Kita semua sebagai warga negara Indonesia tentunya tidak asing dengan nama pancasila, namun tidak semua warga negara Indonesia hafal isinya atau bahkan memahaminya.

Untuk itulah artikel ini dibuat, khususnya para generasi gadget yang tak sempat menghafal dan memahami pancasila sebagai dasar negara.

Maka, dalam artikel ini, seluruh materi akan dibagi menjadi beberapa poin pembahasan, yang bisa kamu lihat dalam daftar isi berikut ini :

Tanpa banyak kata lagi, langsung saja simak ulasan selengkapnya pada pembahasan berikut ini:

Pengertian Pancasila

pengertian pancasila

via pinterest.com

Secara bahasa, Pancasila merupakan frasa yang terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa sansekerta yakni kata panca yang berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas sehingga pancasila bisa diartikan sebagai lima prinsip.

Pancasila itu sendiri merupakan rumusan yang digagas dan kemudian dicetuskan pertamakali oleh Ir. Soekarno pada tangga 1 Juni 1945 yang akhirnya disepakati sebagai dasar negara dan menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Konsep mengenai lima prinsip dalam pancasila ini bukanlah hal yang tiba-tiba muncul dan menjadi gagasan baru yang disusung oleh Soekarno pada waktu itu ketika ia sedang berpidato mengenai dasar negara.

Lima prinsip tersebut masing-masing diambil dari berbagai sumber filsafat mengenai kenegaraan dan kemanusiaan yang kebetulan merupakan hal yang selalu ada dalam pikiran Soekarno sebagai seorang pejuang yang mengabdikan dirinya untuk negara.

Lima prinsip tersebut merupakan gagasan ideologis yang berasal dari kehidupan masyarakat indonesia dengan berbagai latar belakang budaya yang dirumuskan oleh Soekarno sebagai penggagas pertama untuk dijadikan dasar negara yang kemudian disempurnakan kembali melalui tim khusus yang disiapkan Jepang untuk menyusun Undang-Undang Negara.

Oleh karena bersumber dari nilai-nilai yang telah ada dalam masyarakat, maka pancasila dinilai dan disepakati bersama sebagai prinsip ideal yang bisa menaungi berbagai macam perbedaan dalam masyarakat sehingga pancasila juga berfungsi sebagai alat pelindung dan pemersatu bangsa.

Tentunya, pancasila merupakan ideologi terbuka yang tidak mengacu pada kebenaran tunggal untuk kepentingan sekelompok masyarakat tertentu saja, melainkan bisa diterima oleh semua kalangan sebagai ideal yang bisa memajukan bangsa Indonesia.

Lima Sila Dalam Pancasila

lima sila dalam pancasila

via pinterest.com

Dalam pancasila ada 5 sila yang menjadi dasar bagi berdirinya bangsa indonesia. Lima sila tersebut berbunyi sebagai berikut ini:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Masing-masing sila tersebut memiliki simbol yang tergambar pada dada burung garuda, yakni simbol bintang untuk sila Ketuhanan Yang Maha Esa, simbol rantai untuk sila Kemanusiaan yang Adil Dan beradab, simbol beringin untuk sila Persatuan Indonesia, simbol kepala banteng untuk sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan, dan simbol kapas dan padi untuk sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sejarah Lahirnya Pancasila

sejarah lahirnya pancasila

via pinterest.com

Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) yang dibentuk oleh Jepang dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia pasca kekalahan Jepang dalam perang dunia II.

Pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno tersebut sebetulnya tidak memiliki judul. Akan tetapi dalam pidatonya yang tak dipersiapkan secara tertulis itu Ir. Soekarno mengemukakan buah pemikirannya mengenai suatu konsep dasar negara yang pada kemudian hari disempurnakan menjadi pancasila.

Karena itulah, pidato Soekarno dalam sidang tersebut dikenal sebagai pidato yang berjudul Lahirnya Pancasila.

Sidang yang bertema dasar negara tersebut berlangsung selama 4 hari terhitung sejak tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 di Gedung Pancasila (waktu itu bernama gedung Chou Sangi In).

Selama 3 hari pertama, sidang tidak mendapatkan titik terang dalam merumuskan dasar negara untuk indonesia hingga pada hari ke 4, yakni tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mendapatkan giliran berpidato untuk menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara Indonesia.

Dalam pidato tersebut Soekarno mambahas garis besar dari pancasila dan pidato tersebut diterima dan disepakati oleh seluruh panitia untuk kemudian ditindak lanjuti.

Setelah pidato tersebut, akhirnya BPUPK membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun suatu Undang-Undang Dasar negara yang berpijak pada pidato Soekarno.

Panitia kecil tersebut beranggotakan 9 orang sehingga bernama Panitia Sembilan yang para anggotanya adalah Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, AA. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin.

Selain menyusun Undang-Undang Dasar, Panitia 9 tersebut juga ditugaskan untuk merumuskan kembali pancasila sebagai dasar negara dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks yang dibacakan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui proses persidangan, pancasila tersebut akhirnya juga diputuskan untuk menjadi pembuka dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang disahkan sebagai dasar negara Indonesia yang merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI (sebelumnya adalah BPUPK, dan I adalah singkatan dari Indonesia).

Pancasila Sebagai Dasar Negara

pancasila sebagai dasar negara

via pinterest.com

Sejak dirumuskan sebagai dasar negara oleh BPUPKI melalui panitia sembilan dan dibacakan melalui proklamasi yang dikumandangkan oleh Soekarno, pancasila telah resmi dan sah diakui serta disepakati sebagai dasar negara yang dijadikan pedoman hidup bersama dalam berbangsa dan bernegara, pedoman dalam penyelenggaraan negara, dasar dari UUD 45, dasar kedaulatan negara, cita-cita bersama serta menjadi identitas dan karakter pembentuk bangsa.

Harapannya, dengan adanya pancasila sebagai dasar negara maka pemerintah bersama dengan seluruh masyarakat Indonesia memiliki pegangan hidup untuk menciptakan kehidupan yang adil, makmur, beradab, damai serta maju dan bisa bersaing dengan negara lain sebagai negara yang merdeka.

Dalam hal ini pancasila dijadikan payung bersama yang bersumber dari nilai-nilai beragam budaya dalam masyarakat Indonesia sehingga dalam hal ini pancasila mampu menangkal perpecahan karena perbedaan dan menjadi simbol pemersatu bangsa.

Sebagai dasar negara, pancasila secara otomatis menjadi landasan dalam semua aktivitas kemanusiaan termasuk di dalamnya adalah aktivitas politik, partai dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Artinya, semua hal yang tidak berkenaan atau bertentangan dengan pancasila dalam setiap aktivitas berkehidupan dan bernegara merupakan larangan dan dinyatakan sebagai yang tak sesuai dengan nilai-nilai dalam pancasila karena negara menjunjung tinggi pancasila juga sebagai komitmen atas keyakinan yang tepat untuk mensejahterakan rakyat Indonesia sehingga pancasila tak akan tergantikan oleh ideologi lainnya.

Ideologi Pancasila

ideologi pancasila

via pinterest.com

Dalam artian praktis, ideologi adalah seperangkat gagasan yang disusun secara sistematis dan logis untuk tujuan dan kepentingan tertentu.

Ideologi itu sendiri bukanlah hal yang asing atau memusingkan, karena pada dasarnya, ideologi terselip pada segenap ilmu pengetahuan manusia khususnya ilmu filsafat, sosial dan humaniora meski ideologi ini terdapat juga dalam ilmu-ilmu sains yang bahkan sekalipun sangat jarang membahas soal kemanusiaan dan lebih menekankan pada angka dan hitungan.

Namun ketika ilmu sains tersebut diciptakan dan ditujukan untuk kebaikan kehidupan manusia, bukankah itu adalah suatu ideologi? Tentu saja iya.

Ideologi tanpa harus disebutkan dan dipahami oleh masyarakat awam sebagai ideologi, telah mendasari tiga aspek besar kebudayaan, yakni seni, agama dan pengetahuan yang semuanya akan merujuk pada persoalan dan kebutuhan manusia.

Pancasila itu sendiri merupakan suatu ideologi yang dijadikan sebagai dasar negara Indonesia.

Tentu saja pancasila adalah ideologi yang bisa langsung terlihat pada sila-sila yang terkandung didalamnya sebagaimana telah dipaparkan pada bagian sebelumnya.

Ideologi pancasila merupakan sebuah ideologi terbuka yang berpijak pada kehidupan masyarakat indonesia dengan keberagaman latar belakang budayanya.

Ideologi terbuka dalam hal ini bisa diartikan sebagai ideologi yang cair, tidak otoriter, dan tidak mengandung kebenaran yang berasal dari satu hal saja atau kebenaran tunggal yang tak bisa dibantah lagi.

Dalam hal ini, ideologi pancasila tidak dengan tiba-tiba diciptakan sebagai sesuatu yang baru, ideologi pancasila merupakan gagasan yang diperoleh dengan cara menggali segala aspek nilai positif dan kearifan lokal yang terdapat dalam masyarakat Indonesia dengan beragam budayanya sehingga ideologi pancasila ini bisa dimiliki oleh masyarakat di semua kalangan, diakui, disepakati, dan diyakini sebagai hal baik untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena ideologi pancasila merupakan ideologi terbuka yang berasal dari rakyat, maka dengan sendirinya rakyat indonesia bisa menemukan pantulan karakter atau kepribadian mereka dalam pancasila.

Hal ini tak lepas dari pengalaman kolektif bangsa indonesia yang telah menjadi bangsa terjajah selama ratusan tahun.

Bunyi ke lima sila dalam pancasila seolah merupakan harapan dari semua pihak yang pernah mengalami nasib sebagai warga yang terjajah dan oleh karenanya pancasila menjadi suatu cita-cita bersama pada waktu itu dan masih tetap kontekstual dengan situasi Indonesia di era kekinian.

Hari Kesaktian Pancasila

hari kesaktian pancasila

via pinterest.com

Tanggal 1 oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian pancasila sejak era Orde Baru hingga saat ini.

Pemilihan tanggal tersebut bukan tanpa alasan. Jika kita lihat arsip sejarah, pada tanggal 30 September 1965, Partai Komunis Indonesia (PKI) dituding melakukan pemberontakan untuk mengambil alih kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tepat pada hari tersebut, menurut salah satu versi sejarah dominan, petinggi partai PKI Letkol Untung dan prajurit Tjakrabirawa memulai suatu gerakan dengan menculik beberapa petinggi negara Indonesia, yakni Jendral Ahmad Yani, Letnan Jendral Suprapto, Letnan Jendral MT Haryono, Letnan Jendral S Parman, Mayor Jendral DI Panjaitan, Mayor Jendral Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean.

Semua petinggi yang diculik tersebut pada akhirnya ditemukan tewas dalam sebuah sumur sempit di Lubang Buaya, Jakarta.

Dalam gerakan tersebut, sebenarnya Panglima TNI Jendral AH Nasution juga merupakan sasaran. Akan tetapi beliau berhasil meloloskan diri meski harus kehilangan nyawa putrinya, Ade Irma Suryani dan ajudannya Kapten Pierre Tendean.

Merespon peristiwa itu, Panglima Kostrad Mayjen Soeharto segera bergerak cepat untuk memadamkan pemberontakan dengan cara memburu seluruh anggota PKI beserta simpatisan PKI seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, Lekra, CGMI, Barisan Tani Indonesia, dll.

PKI dinyatakan sebagai dalang dibalik peristiwa penculikan tersebut sehingga beberapa tokohnya yang tertangkap diadili di mahkamah Militer Luar Biasa dan sebagian dari tokoh tersebut dijatuhi hukuman mati.

DN Aidit, ketua PKI yang berhasil melarikan diri ke Jawa Tengah akhirnya tertangkap dan terbunuh.

Banyak orang yang tergabung dalam PKI atau simpatisan PKI pada akhirnya harus kehilangan nyawa mereka.

Banyak laporan yang mengatakan bahwa korban yang terbunuh mencapai lebih dari 500.000 jiwa yang tersebar diberbagai pelosok daerah Indonesia dan yang terbanyak adalah di pulau Jawa dan Bali.

Puluhan ribu lainnya yang tak dibunuh akhirnya dibuang ke pulau Buru tanpa pengadilan terlebih dahulu.

Peristiwa tersebut menandai kenaikan Mayjen Soeharto dan jatuhnya presiden Soekarno.

Setelahnya, Soeharto mengambil alih kekuasaan dengan dibacakannya surat perintah 11 maret 1966 oleh Presiden Soekarno. Setelah itu, Soeharto menjadi presiden RI selama 32 tahun.

Pada masa pemerintahan orde baru, tanggal 30 september ditetapkan sebagai hari peringatan gerakan 30 S PKI dan tanggal 1 oktober sebagai hari kesaktian pancasila.

Kenapa tanggal 1 oktober ditetapkan sebagai hari kesatian pancasila?

Sebab pada tanggal sebelumnya, PKI berhasil digagalkan oleh negara atas usahanya untuk melakukan kudeta dan mengambil alih kekuasaan negara serta mengganti dasar negara pancasila dengan ideologi komunis.

Dalam konteks tersebut, Pancasila digambarkan sebagai ideologi yang lebih unggul dan tak bisa digeser sekalipun oleh ideologi lain seperti ideologi komunis.

Hal-Hal Yang Mengancam Keberadaan Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia

hal-hal yang mengancam keberadaan pancasila sebagai dasar negara indonesia

via pinterest.com

Pancasila sebagai dasar negara dipercaya sebagai ideologi yang tepat untuk menjadi pijakan langkah bangsa Indonesia dalam menciptakan kehidupan masyarakatnya ke arah yang lebih baik.

Sejauh ini kehidupan dalam masyarakat Indonesia diwarnai dengan berbagai dinamika kemanusiaan.

Kita masih bisa menemukan wacana kekerasan dan kejahatan setiap harinya dan hal tersebut menandakan bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih cita-cita sebagaimana merujuk pada ideologi negara belumlah selesai.

Banyak sekali kendala untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti yang diidealkan dalam pancasila.

Kendala-kendala ini mau tidak mau berpotensi menjadi ancaman bagi keberadaan pancasila dalam arti yang paling harfiah sekalipun.

Ada beberapa faktor yang bisa mengancam keberadaan pancasila, yakni faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor eksternal jelas merupakan ancaman yang berasal dari negara lain atau ancaman jaringan teroris internasional (misalnya melalui perang) dan faktor internal merupakan problem mentalitas masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya mengamalkan pancasila dalam kehidupan bernegara.

Banyaknya kasus korupsi, kriminal, kekerasan dan lain sebagainya merupakan tanda bahwa mutu mental sebagian dari masyarakat Indonesia belum bisa diperbaiki secara lebih baik.

Ironisnya, pelaku korupsi dan berbagai jenis kekacauan negara dan gejolak politik dilakukan oleh penyelenggara negara Indonesia itu sendiri yang semestinya mampu menjadi teladan masyarakat sebagai seseorang yang taat untuk menjalankan ideologi pancasila dalam kerja mereka melangsungkan penyelenggaraan negara.

Hal ini merupakan bahaya laten yang tak hanya merugikan negara dan masyarakat, namun juga berpotensi untuk memicu lahirnya gerakan-gerakan pemberontakan sebagaimana pernah dilakukan oleh PKI.

Hal tersebut bukanlah tidak mungkin mengingat baru-baru ini banyak kasus yang masih hangat menjadi perbincangan terkait dengan munculnya beberapa kelompok masyarakat yang dianggap radikal dan mengancam keberadaan pancasila sebagai dasar negara.

Jika keberadaan pancasila terancam, tentunya hal ini berpengaruh juga pada persatuan dan kesatuan NKRI serta berpengaruh pada gejolak sosial terutama khususnya mengenai persoalan perbedaan agama, suku, ras, dan budaya daerah.

Demikianlah informasi yang dapat kami susun dalam artikel ini terkait dengan pancasila sebagai dasar negara. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 GudangPelajaranContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service
Top