GudangPelajaran

Kumpulan Materi Pelajaran

5 Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah Terbaru Lengkap Beserta Penjelasan dan Analisis Strukturnya

March 22, 2017

Tak banyak contoh baru mengenai teks anekdot tentang layanan sekolah. Maka dalam artikel ini aku berusaha menyuguhkan teks anekdot terbaru tentang layanan sekolah beserta penjelasan, analisis strukturnya sekaligus analisis kontennya.

Nah, tanpa berpanjang lebar, mari kita simak keseluruhan artikel berikut ini.

Teks Anekdot Layanan Sekolah

Apa sih yang dimaksud dengan layanan sekolah? Apa yang dilakukan sekolah sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat?

Sederhananya, layanan sekolah adalah sebuah bentuk tanggung jawab atau tugas yang diemban instansi sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik khususnya melalui layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa dan siswi di sekolah tersebut.

Dalam konteks tersebut, sekolah tak hanya menjadi media bagi siswa dan siswi untuk belajar tentang berbagai macam mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia namun juga menjadi media untuk mendidik siswa dalam hal moral, kedisiplinan, kepribadian, dan lain sebagainya sebagai bekal bagi siswa dan siswi untuk terjun dan membaur ke dalam masyarakat.

Hal ini bukanlah tugas ringan bagi instansi sekolah mengingat tiap-tiap individu yang belajar di sekolah memiliki karakter dan latar belakang yang sangat beragam.

Di sisi lain, yang namanya instansi pendidikan tak lepas dari berbagai macam kekurangan. Sudah selayaknya kekurangan-kekurangan tersebut terus menerus diperbaiki.

Teks anekdot layanan pendidikan merupakan salah satu jenis teks yang berfungsi untuk mengkritik kekurangan-kekurangan pada instansi-instansi pendidikan dengan harapan melalui kritik tersebut kedepannya kekurangan-kekurangan khususnya dalam layanan sekolah tidak pernah terulang lagi.

Nah, teman-teman, berikut ini merupakan contoh-contoh teks anekdot layanan pendidikan beserta analisisnya sehingga mempermudah kamu untuk mempelajari jenis anekdot ini secara lebih mudah. Simak contoh-contohnya pada bagian berikut ini.

Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah

Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #1 "Ijazah"

contoh teks anekdot tentang layanan sekolah #1, ijazah

via pinterest.com

Heru merasa sangat kesal karena ijazahnya di tahan oleh pihak sekolah. Tak hanya itu, beberapa teman Heru mengalami hal yang sama.

Maka di hari itu, Heru memberanikan diri bertemu dengan kepala sekolah untuk menanyakan kabar ijazahnya.

Heru       : Selamat pagi Pak…

Kepala Sekolah   : Selamat Pagi, Ada apa ini kok tumben ke ruangan Bapak

Heru       : Saya…saya mau tanya Pak, jadi begini Pak, ee…ijazah saya kok belum diberikan pada saya ya pak, boleh saya tahu sebabnya Pak?

Kepala Sekolah   : Lho, kamu nggak Tanya sama wali kelasmu?

Heru       : Beliau bilang saya harus bertemu dengan kepala sekolah.

Kepala Sekolah   : Ya sudah kalau begitu, namamu siapa?

Heru       : Heru Subagyo pak, kelas 3

Kepala Sekolah   : Sebentar (memeriksa berkas) Oh, lha ini, ternyata kamu masih mempunyai tunggakan dan belum melunasinya.

Heru       : Maaf Pak, tunggakan apa ya? Bukankah sekolahan ini gratis karena sudah dapat subsidi dari pemerintah.

Kepala Sekolah   : Memang benar, tapi ini lho, kamu kan belum bayar buku-buku pelajaran yang dianjurkan sekolah.

Heru       : Saya kan nggak beli pak, saya menggunakan buku warisan dari kakak tingkat saya kok yang kebetulan sama.

Kepala Sekolah   : Lha berarti ya karena itu, harusnya kamu beli buku sendiri, kan sekolahnya sudah gratis.

Heru       : Lalu ijazah saya pak?

Kepala Sekolah   : Ya kamu harus beli buku dulu baru ijazahnya bisa keluar.

Heru       : Lha kan saya sudah lulus pak, buat apa beli buku sekolah?

Kepala Sekolah   : Ya buat diwariskan ke adik tingkatmu!

Heru       : Kalau begitu saya akan minta uang ayah saya dulu pak, kebetulan ayah saya kerja di KPK.

Kepala Sekolah   : Oh ya kalau begitu salam buat ayahmu ya, ini kamu bawa saja ijazahmu, ndak usah beli buku, wong kamu sudah lulus kok beli buku, kan aneh, hahaha (Pak Kepala Sekolah tertawa kecut).

# # # # #

Analisis Struktur Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #1 "Ijazah"

Contoh tersebut merupakan teks anekdot yang dominan dengan bentuk percakapan.

Secara ringkas, struktur teks tersebut terdiri dari pembuka, isi, dan penutup yang bisa diperinci menjadi abstraksi (pembuka awal) – orientasi (pengantar permasalahan) – konflik (permasalahan utama)-koda (penutup yang biasanya berisi gong atau puncak cerita).

Pembuka atau abstraksi contoh teks anekdot tersebut berada pada awal cerita yang mendeskripsikan setting cerita “Heru merasa sangat kesal karena ijazahnya di tahan oleh pihak sekolah…bla…bla…bla… Heru memberanikan diri bertemu dengan kepala sekolah untuk menanyakan kabar ijazahnya.”

Abstraksi ini tak hanya menjelaskan setting cerita, namun juga telah memperkenalkan permasalahan pada pembaca, yakni terkait soal penahanan ijazah.

Orientasi bisa ditempatkan di awal percakapan hingga dialog ketika Pak Kepala sekolah mengatakan bahwa Heru masih memiliki kewajban untuk membayar sekolah.

Konflik cerita mulai muncul ketika Heru mulai mempertanyakan kebijakan sekolah yang ia ketahui bahwa sekolah itu gratis. Selanjutnya pak kepala sekolah berusaha mencari alasan untuk membenarkan alasan penahanan ijazah Heru.

Konflik tersebut terus berlanjut dan diakhiri dengan munculnya koda yang ditandai dengan ucapan heru yang mengatakan bahwa ia adalah anak pegawai KPK. Di titik inilah permasalahan berakhir dan pak Kepala Sekolah memberikan ijazah Heru.

Penjelasan Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #1 "Ijazah"

Dari teks tersebut, kita bisa melihat poin utama menjadi tujuan kritik; yakni pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah melalui simbol kepala sekolah.

Pernahkah kamu merasa dipelorotin oleh sekolah untuk membeli ini dan itu yang sebenarnya bukanlah hal penting untuk menunjang mutu belajar mengajar di sekolah?

Nah,teks tersebut berupaya untuk menghadirkan kembali wacana semacam ini agar tidak pernah terulang lagi dalam instansi sekolah.

Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #2 "Beasiswa"

contoh teks anekdot tentang layanan sekolah #2, beasiswa

via pinterest.com

Pengumuman beasiswa sekolah untuk siswa kurang mampu sudah ditempel di papan pengumuman sekolah, murid-murid sibuk bergerombol untuk mengetahui siapa saja yang mendapatkan beasiswa.

Banyak murid yang tahu bahwa tidak semua yang mendapatkan beasiswa adalah anak orang yang kurang mampu, termasuk si Otong, anak bapak yang satu itu tuh.

Maka Rudi, salah satu murid yang benar-benar kesulitan biaya sekolah namun tidak mendapatkan beasiswa akhirnya komplain ke pihak sekolah.

Rudi       : Selamat siang Pak, maaf mengganggu.

Kepala Sekolah   : Oh, kamu Rudi, ada apa ya?

Rudi       : Saya mau tanya soal pengumuman beasiswa, kemarin saya sudah mengajukan lengkap dengan berkas dan pernyataan yang ditandatangani lura desa saya yang menyatakan bahwa orang tua saya kesulitan ekonominya Pak, tapi kok saya nggak dapat beasiswa ya Pak?

Kepala Sekolah   : Oh, jadi begini Rudi, jumlah anggaran yang harus dikelola pihak sekolah untuk beasiswa sangat terbatas dan sejujurnya tidak mungkin mencangkup dan mencukupi semua pengajuan yang masuk sekolah. Maka dipilihlah beberapa siswa yang benar-benar kurang mampu.

Rudi       : Oh begitu ya Pak. Kalau begitu saya mengerti. (diam sejenak) Sekali lagi maaf Pak, kalau boleh tahu, berapa pendapatan bapak selama sebulan?

Kepala Sekolah   : Lho kok tiba-tiba tanya pendapatan bapak, Rudi?

Rudi       : Cuma penasaran saja kok pak, siapa tahu suatu hari kelak saya mendapatkan kesempatan mengejar cita-cita saya menjadi kepala sekolah.

Kepala Sekolah   : Oh, begitu, ya kalau gaji bapak per bulan sih 6 jutaan, tapi tentu ini perhitungan dari pemerintah berdasarkan golongan.

Rudi       : Oh, begitu ya pak. Kalau bapak dan ibu saya bekerja bersama-sama dan bila dikumpulkan hasilnya, sebulan hanya mendapat 1 jutaan saja.

Kepala Sekolah  : Ya, kadang hidup memang begitu kok nak, kadang susah dan kadang berhasil mengatasi kesusahannya sehingga tidak selamanya akan selalu susah kan?

Rudi       : Betul pak, kadang ada yang beruntung dan ada yang sial. Saya ini termasuk yang tidak beruntung Pak, sementara itu jika saya bercermin pada figur bapak, menurut saya bapak merupakan orang yang beruntung, gajinya besar dan anak bapak yang kebetulan sekelas dengan saya dapat beasiswa untuk murid miskin pula.

Kepala Sekolah: (Diam saja dan mukanya merah padam).

# # # # #

Analisis Struktur Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #2 "Beasiswa"

Contoh teks anekdot tersebut jika dipetakan strukturnya terbagi menjadi beberapa bagian yang meliputi abstraksi-orientasi-reorientasi-konflik-koda.

Teks tersebut merupakan salah satu jenis teks anekdot yang memiliki bagian orientasi terpanjang.

Abstraksi terdapat pada narasi bagian awal yang menceritakan latar belakang cerita sekaligus juga mulai memperkenalkan jenis masalah yang hendak disampaikan dalam tubuh teks.

Orientasi muncul pada dialog pertama hingga ucapan kepala sekolah yang menyatakan bahwa beasiswa tersebut bersifat terbatas dan hanya diberikan pada siswa-sswi yang benar-benar membutuhkan.

Re orientasi dimunculkan ketika Rudi mengangguk sepakat dengan penjelasan pak kepala sekolah yang disusul dengan pertanyaan Rudi terkait dengan pendapatan bapak kepala sekolah.

Re orientasi ini berakhir pada ucapan kepala seklah yang mangataka bahwa hidup itu adakalanya susah dan adakalanya berhasil mengatasi kesusahan. Tentunya, reorientasi ini hendak mengantarkan teks pada konflik cerita sehingga sifatnya masih memperkenalkan situasi tokoh.

Konflik dimunculkan melalui ucapan Rudi yang sangat menohok kepala sekolah yang secara tidak langsun mengkritik bahwa kepala sekolah telah berlaku curang dengan memberikan beasiswa pada anaknya yang jelas-jelas kecukupan.

Konflik tersebut sebenarnya sudah bisa mengakhiri cerita, namun dalam teks tersebut dimunculkan koda yang berisi reaksi kepala sekolah yang marah sekaligus malu dan tidak bisa berkata apa-apa.

Penjelasan Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #2 "Beasiswa"

Dari cerita tersebut, kita bisa menangkap tema utama yang disampaikan sekaligus dijadikan poin pembahasa utama, yakni kecurangan pegawai sekolah dalam mengelola beasiswa.

Hal ini sebenarnya bisa dikategorikan sebagai tindakan korupsi yang dilakukan oleh kepala sekola baik secara sengaja atau tidak.

Nah, apakah teman-teman semua pernah mengalami ketidakadilan seperti yang dialami oleh Rudi tersebut?

Barangkali pernah yak arena teks anekdot ini dibuat sebagai fiksi berdasarkan kasus-kasus nyata yang sangat sering muncul di sekolah terkait dengan korupsi-kolusi-nepotisme.

Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #3 "Fokus"

contoh teks anekdot tentang layanan sekolah #3, fokus

via pinterest.com

Hari itu pelajaran Matematika untuk anak-anak kelas 3C di SMA itu.

Yang mengajar pelajaran matematika tersebut telah berumur paruh baya, berbadan tinggi besar dan berkumis tebal serta berkepala botak.

Jelas guru tersebut merupakan salah satu momok di sekolah; ia sangat galak dengan murid laki-laki namun juga kecentilan dengan murid perempuan, terutama siswi-siswi yang cantik.

Hal ini sebenarnya membuat jengah semua murid, terlebih guru itu suka memberikan hukuman yang aneh-aneh.

Tak hanya itu, kadang-kadang pak ‘Botak’ (begitu ia dijuluki para murid di sekolah) tidak pernah menjelaskan pelajaran dengan cara yang mudah dipahami, malahan ia suka ngelantur ngajarin yang nggak ada hubungannya dengan mata pelajaran.

Nah, yang menarik dari hari itu adalah perdebatan antara pak Botak dengan si Jalil (murid yang nakal sekaligus berani melawan semua guru).

Ketika pak Botak tengah menerangkan rumus matematika, seperti biasa ia ngelantur dan malah memberikan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran kepada si Jalil yang ketiduran di kelas. Pak Botak melempar Jalil dengan kapur berkali-kali hingga Jalil terbangun.

Pak Botak   : Nah, bisa bangun juga akhirnya.

Jalil     : Bisa Pak!

Pak Botak   : Sekarang jawab pertanyaan bapak, apa pendapatmu mengenai cara penghitungan jumlah peserta aksi demo 212 kemarin?

Jalil     : Di kira-kira pak!

Pak Botak   : Ngawur kamu! Tadi sudah bapak jelaskan! Makanya jangan tidur kalau ada guru mengajar. Ambil kapurnya dan bawa ke sini.

Jalil     : Lho kan bapak yang buang, kok saya yang disuruh ngambil!

Pak Botak   : Itu hukumanmu karena ketiduran di kelas.

Jalil     : Saya tidur dengan suatu alasan pak!

Pak Botak   : Apa alasanmu? Ngantuk? Nonton bola sampai subuh?!

Jalil     : Itu bentuk protes saya kepada bapak yang nggak fokus ngajar.

Pak Botak   : Jangan kurang ajar kamu, memangnya bapak nggak fokus gimana?!

Jalil     : Ini kan pelajaran matematika, kok malah ngomongin pemilihan gubernur DKI Jakarta, lagian ini bukan kota Jakarta pak, apa untungnya ribut soal gubernur Jakarta?!

Pak Botak   : Weits, sudah pintar kamu ya. Memangnya kalau bapak fokus ngajar matematika, kamu nggak akan tidur, begitu?!

Jalil     : Memangnya bapak pernah fokus ngajar?

Jelas saja lontaran jalil membuat pak Botak marah dan sangat kecewa. Ia tidak menjawab jalil melainkan hanya diam saja duduk di kursi guru.

Semua murid di kelas itu mulai gelisah, tak ada yang berani bersuara. Diam-diam Jalil merasa bersalah, lalu ia memungut kapur-kapur yang dilemparkan pak Botak padanya dan mengantarkan kapur tersebut ke meja pak Botak.

Jalil     : Ini pak kapurnya.

Pak Botak masih diam seribu bahasa, Jalil salah tingkah lalu kembali ketempat duduknya. Menit berganti menit pak Botak masih mematung di kursinya, semua murid secara tidak langsung juga berbuat demikian lantaran takut serta tidak enak kalau bergerak atau bersuara. Dan akhirnya, jam pelajara berakhir.

Pak Botak   : Anak-anakku, waktu sudah habis. Terimakasih atas pelajarannya hari ini, terimakasih Jalil sudah membuat bapak belajar fokus. Selamat pagi, sampai jumpa minggu depan.

Semua murid   : Selamat pagi pak!!!

Tdak ada satupun murid yang tertawa seusai kelas tersebut dan yang pasti peristiwa itu menjadi kenangan mendalam bagi anak-anak kelas 3 C.

# # # # #

Analisis Struktur Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #3 "Fokus"

Mari kita periksa struktur dari teks anekdot tersebut; abstraksi dari teks tersebut berada pada paragraph awal yang berisi tentang setting cerita serta sedikit memberikan pengantar pada situasi serta penokohan.

Abstraksi tersebut disusul dengan orientasi yang ditandai pada paragraph ke-empat dimana karakter tokoh cerita semakin diperkenalkan.

Orientasi ini mengantarkan langsung pada konflik cerita yakni pada paragraph ke-enam serta pada dialog-dialog setelahnya yang berisi aksi reaksi antara pak Botak dengan si Jalil.

Koda alias penyelesaian mulai dimunculkan pada narasi yang menjelaskan bahwa pak Botak sangat marah namun hanya diam saja setelah Jalil memberikan kapur yang dilemparkan pak Botak kepadanya.

Penjelasan Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #3 "Fokus"

Anekdot tersebut secara umum berisi tentang situasi belajar mengajar di mana para guru biasanya selalu menang dan benar. Tak hanya itu, pada realitas yang sesungguhnya,tak jarang banyak guru yang ngelantur saat mengajar.

Hal ini mendingan sih, kadang-kadang ada guru yang kerjaannya hanya menyuruh murid-muridnya mengerjakan soal-soal tanpa banyak memberikan penjelasan tentang pelajaran tersebut.

Lalu apa dampaknya dari peristiwa guru yang sering tidak fokus mengajar? Tentu target pelajaran tidak terkejar.

Teman-teman saat di sekolah pasti pernah kan hanya mendapatkan separuh materi dari yang seutuhnya sehingga materi tersebut belum selesai dan disusul dengan ujian?!

Inilah yang seharusnya dihindari; para guru seharusnya punya silabus yang harus dipatuhi agar target materi pelajaran sepenuhnya tercapai.

Melalui karakter si Jalil, teks anekdot ini mencoba mengkritik para guru yang kurang disiplin dalam memberikan materi pelajaran di kelas.

Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #4 "Olahraga"

contoh teks anekdot tentang layanan sekolah #4, olahraga

via pinterest.com

Sebut saja sekolahan itu sebagai SMA Nasional.

Waktu itu si Budi, salah satu siswa kelas 2 D sedang panik dan cemas karena akan ujian olah raga (Si Budi memang tidak jago dalam berolah raga, tetapi ia siswa yang cerdas).

Terlebih, guru olah raga kelas dua terkenal sebagai guru killer sekaligus guru yang mendapuk perannya sebagai ‘penghukum’ anak-anak nakal.

Menurut Pak Killer itu, semua murid harus bisa semua jenis pelajaran olah raga yang ia ajarkan, maka ia tidak bisa menoleransi jika ada murid yang payah fisiknya.

Ujian kali itu adalah lompat balok. Budi sangat gemetar karena ia yakin pasti gagal, jangankan 5 balok, 2 balok saja sudah membuat ia mati gaya.

Satu per satu para murid mengikuti ujian berdasarkan nomor urutnya dan tibalah giliran Budi; ia berlari kencang dan menabrak susunan 5 balok dan iapun pingsan. Ia gagal dan artinya dapat nilai nol. Tak ada kompensasi.

Tak hanya itu, budi selalu gagal atau mendapatkan nilai terendah dari semua pelajaran olah raga karena Budi memang memiliki keterbatasan fisik.

Nilai di rapornya merah dan tak pantas untuk dilihat. Melihat nilai rapor yang seperti itu, lantas ayah Budi kecewa dan mendatangi kepala sekolah.

Ayah Budi     : Pak kepala sekolah, semua nilai rapor anak saya baik kecuali olah raga. Anak saya memang memiliki keterbatasan fisik yang membuatnya tidak bisa melakukan kegiatan olah raga seperti anak-anak yang lain. Apakah tidak ada solusi lain untuk ujian olah raga yang ditujukan pada anak saya pak?

Kepala Sekolah   : Sebentar ya pak, saya panggil dulu guru olah raganya.

Tak lama kemudian pak Kepala Sekolah datang bersama dengan guru olah raga.

Kepala Sekolah   : Jadi pak, ini ada orang tua murid yang menanyakan tentang nilai pelajaran olah raga budi. Apakah tidak ada solusi lain?

Guru Olah Raga   : Pelajaran yang saya berikan sesuai dengan kurikulum pak, saya tidak bisa menggantinya. Dan saya pikir, olah raga bukanlah hal yang sulit jika siswa mau latihan. Oleh karena itu, semua siswa dan siswi di sekolah ini harus bisa mengikuti pelajaran olah raga yang saya ajarkan pak.

Ayah Budi     : (kepada guru olah raga) maaf pak, jika demikian kebijakan bapak, bolehkan saya bertanya?

Guru Olah Raga   : Silahkan pak.

Ayah Budi     : Bisakah bapak menyelesaikan soal-soal berikut ini (Ayah budi menyodorkan soal-soal kimia kelas 2 SMA)

Guru Olah Raga   : Maaf Pak, untuk pelajaran kimia bukan kapasitas saya pak karena saya hanya mengajar olah raga.

Ayah Budi     : (kepada kepala sekolah) Bila tidak semua guru menguasai semua mata pelajaran sekolah, mengapa ada guru yang memaksa agar murid menguasai semua mata pelajaran sekolah? Anak saya ibarat ikan yang disuruh memanjat pohon pak, apakah memang demikian kebijakan pendidikan di sekolah ini yang tidak memiliki alternatif bila ada siswa yang mengalami keterbatasan dalam hal tertentu?

Kepala Sekolah   : Baik pak, saya akan selesaikan masalah ini. Sementara saya akan mendiskusikan hal ini dengan guru-guru yang lain. Terimakasih banyak atas tegurannya pak.

Sepulang Ayah Budi dari sekolahan tersebut, Kepala Sekolah membentak guru olah raga.

Kepala Sekolah   : Mulai besok bapak mengajar kimia. Saya tidak mau tahu! Silahkan sekarang bapak belajar kimia!

# # # # #

Analisis Struktur Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #4 "Olahraga"

Abstraksi cerita dimunculkan pada narasi paragraph pertama dalam teks tersebut. Selanjutnya orientasi muncul pada paragaraf kelima hingga paragraph kedelapan.

Konflik cerita muncul ketika ayah si Budi mendatangi kepala sekolah untuk mediskusikan kebijakan sekolah dan koda atau penyelesaian masalah muncul saat pak kepala sekolah berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut.

Penjelasan Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #4 "Olahraga"

Permasalahan seperti yang digambarkan dalam anekdot diatas merupakn masalah yang khas dan selalu ada di setiap sekolah dimana ada saja guru yang sukanya memaksakan kehendak tanpa mempertimbangkan kemampuan dari murid-muridnya.

Hal ini tidak bisa sepenuhnya dibenarkan mengingat tidak semua murid bisa disamaratakan.

Penyeragaman inilah yang sebenarnya menjadi salah satu permasalahan utama dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Negara kita bahkan memiliki standard nilai Ujian Nasional sementara banyak sekolah yang tidak sama mutunya baik dalam segi fasilitas, tenaga pengajar, atau bahkan latar belakang budaya masing-masing sekolah tersebut berada.

Anekdot tersebut berusaha mengusung wacana serta kritikan agar sistem pendidikan di Indonesia lebih mementingkan keunggulan dari masing-masing murid yang berbeda-beda latar belakangnya dari pada mementingkan penyeragaman.

Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #5 "Hukuman"

contoh teks anekdot tentang layanan sekolah #5, hukuman

via sanitasi.or.id

Di suatu sekolah, seorang guru menghukum murid-muridnya yang datang terlambat kesekolah. Guru itu selalu berjaga di pintu masuk sekolah dan menahan siswa yang datang lebih dari pukul tujuh tepat.

Ada beberapa murid yang pagi itu apes termasuk salah satunya adalah si Boncel yang sampai di sekolah beberapa menit lewat jam tujuh tepat. Maka pak guru itu mulai memberikan hukuman.

Pak Guru   : Semua baris di sini!

Para murid menurut perinta guru tersebut. Lalu pak guru menyanyai mereka satu per satu.

Pak Guru   : Kenapa kamu terlambat?

Murid 1   : Bangun kesiangan pak.

Murid 2   : Antri ke kamar mandi pak.

Murid 3   : Mengantar adik dahulu pak

Murid 4   : Ban bocor pak

Murid 5   : Kehabisan bensin pak

Boncel     : saya tadi bangun agak kesiangan, lalu ditambah antri ke kamar mandi dan setelah itu saya harus antar adik saya yang paling kecil ke SD pak, sialnya pas berangkat ke sini ban motor saya bocor dan kehabisan bensin pula. Bila bapak tidak percaya, silahkan periksa motor saya karena belum saya tambal dan belum saya belikan bensin karena saya lupa minta uang saku pak.

Guru     : Baik, yang lain push up 10 kali lalu masuk ke kelas. Kamu, karena diduga telah nyontek alasan teman-temanmu, maka lari keliling lapangan basket 10 kali, push up 10 kali, sit up 10 kali, dan bersihkan WC guru.

Bocel     : Tapi saya ada ulangan pak jam pertama.

Guru     : Kalau begitu cepat selesaikan hukumanmu.

Dengan terpaksa boncel menuruti perintah gurunya. Setelah itu ia buru-buru masuk kelas karena waktu jam pelajaran pertama hampir habis. Sesampainya di kelas, boncel malah kena semprot guru matematika.

Guru matematika   : Pagi sekali datangnya!

Boncel     : Nggak juga pak, tadi saya ketahan di depan dan harus dihukum, oleh karena itu saya jadi sangat terlambat masuk kelas.

Guru Matematika   : Kalau begitu kamu saya hokum lari lapangan basket 10 kali, push up 10 kali, sit up 10 kali dan membersihkan WC guru.

Boncel     : Saya baru saja melakukan itu semua pak!

Guru Matematika: Kalau begitu saya tambah hukumannya, kamu berdiri 15 menit di lapangan basket!

Sekali lagi boncel terpaksa harus melakukan hukumannya. Hingga hukuman terakhir selesai, baru ia sadari kalau ia sudah terlambat masuk ke kelas untuk mata pelajaran kedua, yakni biologi.

Guru Biologi   : Lho lho…kok kamu seenaknya saja baru masuk, dari mana saja ini?

Boncel     : Tadi saya dihukum pak sehingga saya telat masuk kelas.

Guru Biologi   : Ah, alasan saja kamu ini, biar jera, kamu bapak hukum lagi lari lapangan basket 10 kali, push up 10 kali, sit up 10 kali dan membersihkan WC guru.

Boncel     : Sudah saya lakukan dua kali pak, bahkan WC guru sudah benar-benar bersih dan saya juga sudah berdiri di lapangan basket 15 menit.

Guru Biologi   : kalau begitu bapak ganti hukumannya. Sekarang kamu bersihkan rumput di halaman sekolah!

Sekali lagi, boncel terpaksa melakukannya. Karena sejak pagi boncel lupa sarapan karena buru-buru, maka seusai mencabut rumput ia pingsan.

Beruntung ada yang melihat dan boncel dibawa ke UKS. Dua jam dia tertidur di UKS dan ketika bangun, ia sadar kalau sudah terlambat masuk kelas untuk pelajaran ke 3. Lalu ia bergegas ke kelasnya.

Pak Guru   : Lho, kan jam istirahat sudah habis dari tadi. Kemana saja kamu!

Boncel   : (Marah Besar) Saya sudah push up 20 kali, sit up 20 kali, lari keliling lapangan basket 20 kali, mebersihkan wc guru 2 kali dan mencabut rumput di halaman sekolah, dan pingsan selama dua jam tanpa ada pertanggung jawaban dari guru-guru yang sebelumnya menghukum saya, jika bapak menyuruh saya melakukan hal yang sama atau sejenisnya maka saya akan telan kepala bapak!!!

# # # # #

Analisis Struktur Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #5 "Hukuman"

Teks tersebut merupakan anekdot parodi tentang layanan sekolah yang terinspirasi dari fenomena-fenomena umum di sekolahan, yakni guru menghukum murid. Tentu hal ini boleh dilakukan sejauh hukuman tersebut bernilai positif, bukan sebaliknya.

Secara struktur teks, anekdot tersebut di buka dengan abstraksi yang muncul di paragraph paling awal. Lalu disusul dengan orientasi yang muncul pada dialog pertama dan diakhiri dengan munculnya konflik yakni ketika pak guru sudah mulai memberikan hukuman pada boncel.

Hukuman ini terus berulang hingga pergantian mata pelajaran yang ke tiga. Dan konflik puncak sekaligus menjadi koda adalah ketika si Boncel marah besar pada guru mata pelajaran yang ketiga.

Penjelasan Contoh Teks Anekdot Tentang Layanan Sekolah #5 "Hukuman"

Tentunya hal yang dialami boncel ini mustahil ada (atau bahkan bisa jadi mungkin ya?), tetapi teks anekdot dibuat demikian karena ditujukan sebagai parody yang menitik beratkan kritik pada cara memberikan hukuman pada murid-murid sekolah.

Hukuman yang baik adalah hukuman yang mendewasakan si murid yang berbuat salah, tentunya!

Namun bila hukuman yang diberikan kepada murid yang melakukan kesalahan itu mirip dengan yang diterima Boncel; hukuman tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi siswa serta tanpa mempertimbangkan hal lain yang menyebabkan si murid dihukum, itu yang sudah sepatutnya dikritik.

Nah teman-teman, demikianlah contoh-contoh terbaru tentang teks anekdot layanan pendidikan yang disertai dengan analisis versi pendeknya. Semoga contoh-contoh tersebut bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca sekalian.

Jangan lupa untuk melihat contoh anekdot lain tentang pendidikan pada link berikut ini; 6 Contoh Teks Anekdot Pendidikan Terbaru Lengkap Beserta Penjelasan dan Analisis Strukturnya.

Dan apabila teman-teman ingin memahami lebih jauh tentang pengertian anekdot, maka teman-teman juga bisa membaca artikel pada link berikut ini: 7 Macam Pengertian Teks Anekdot Beserta Asal-Usul, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, Fungsi dan Tujuan-nya.

Akhir kata, sampai jumpa pada artikel yang lainnya.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 GudangPelajaranContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service
Top