GudangPelajaran

Kumpulan Materi Pelajaran

5 Contoh Teks Anekdot Layanan Publik Lengkap Beserta Strukturnya

September 21, 2017

Bila kamu membutuhkan contoh-contoh teks anekdot layanan publik terbaru beserta strukturnya pasti kamu tidak akan menyesal membaca artikel ini karena di dalamnya terdapat contoh-contoh anekdot menarik dan benar-benar baru.

Dengan demikian, tentunya artikel ini akan sangat berguna untuk membantumu menemani belajar pelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Simak selengkapnya artikel ini ya.

Pengertian Teks Anekdot Layanan Publik

Apa sih yang dimaksudkan dengan layanan publik dan apa pula pengertian dari teks anekdot layanan publik?

Layanan publik adalah segala bentuk instansi baik pemerintah ataupun swasta yang fungsinya adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan apa saja yang dimaksud? Tentu sangat luas dan mencangkup berbagai bidang seperti misalnya pendidikan, kesehatan, hukum, keamanan, transportasi, komunikasi, dan lain sebagainya.

Bahkan boleh dibilang bahwa tugas instansi pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam berbagai bentuk untuk menunjang kesejahteraan hidup masyarakat.

Lantas apa yang dimaksud dengan teks anekdot layanan publik? Pasti kita semua pernah merasa kecewa dengan instansi tertentu atau perusahaan tertentu dan bahkan mungkin kita pernah kecewa dengan warung tertentu.

Yup, pengertian layanan publik ini bisa sampai mencangkup suatu layanan, misalnya, pengelola warung dengan pelanggan lho. Kita kecewa pasti ada sebabnya, misalnya tak dilayani dengan baik atau semestinya.

Anekdot layanan publik merupakan salah satu cara kreatif untuk mengkritik dan menyindir layanan publik yang mengecewakan.

Bila teman-teman penasaran dengan ulasan tentang pengertian anekdot selengkapnya dan lebih mendetail dari artikel ini, teman-teman bisa juga membacanya di artikel pengertian teks anekdot. Karena, dalam artikel ini aku akan lebih menonjolkan contoh-contohnya saja.

Singkat kata, anekdot layanan publik dibuat pasti dengan tujuan agar kedepannya segala bentuk usaha layanan publik dapat benar-benar melayani publik dengan semestinya dan sebaik-baiknya.

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai anekdot layanan publik, sebaiknya kita langsung saja menyimak contoh-contoh teks anekdot layanan publik terbaru berikut ini yuk!

Contoh #1 Teks Anekdot Layanan Publik - Tawar-Menawar

contoh #1 teks anekdot layanan publik - tawar-menawar

pinterest.com

Abstraksi:

Suatu hari Dion sedang terburu-buru berangkat ke kampus karena bangun kesiangan.

Begitu bangun ia langsung saya menyambar tas, ke garasi, menyalakan motor dan langsung ngacir ke kampus tanpa mandi dan lain sebagainya. Hal ini sudah sering terjadi dan Dion tidak berubah. Hanya saja hari ini ia sial.

Orientasi:

Di tengah jalan, ia baru sadar kalau ia lupa mengenakan helm; padahal di depan adalah lampu merah yang terkenal ditungguin oleh polisi galak.

Ia berharap mendapatkan lampu hijau sehingga bisa langsung ngebut dan mungkin polisi akan malas mengejarnya.

Sialnya, ia mendapatkan lampu merah. Dag-dig-dug hati Dion untuk memutuskan apakah ia akan berhenti atau menerobos saja lampu merah. Seperti biasa, Doin memilih untuk melanggar lampu merah.

Banyak pengendara lain memaki perilaku Dion yang berbahaya ini. Untungnya Dion selamat.

Tapi sayangnya, dibelakang sudah ada polisi yang mengejarnya. Sekencang-kencangnya Dion memacu gas motornya, eh masih kalah kencang dengan motor polisi yang entah apa isi mesinnya. Polisi menyuruh Dion menepi dan Dion mau tak mau harus menurut.

Krisis:

Polisi: Selamat pagi mas. Mas tahu apa yang sudah mas langgar pagi ini?

Dion: Tahu pak. Maaf pak saya buru-buru…

Polisi: Semua orang juga buru-buru mas. Ini masnya nggak pakai helm dan melanggar lampu merah. Mau ditilang di sini atau sidang mas?

Dion: Lah bapak juga melanggar lampu merah dong pas kejar saya.

Polisi: Ya itu kalau petugas yang melakukannya untuk pengejaran diperbolehkan mas.

Dion: Nggak adil dong pak, nyatanya saya sering lihat polisi melanggar lampu merah padahal tidak mengejar siapa-siapa.

Polisi: Kalau masnya tidak menurut, itu sama dengan melawan petugas dan dendanya bisa nambah lho mas. Ini mas mau disidangkan saja apa bayar disini? Kalau bayar disini 100 ribu saja masnya boleh lanjutka perjalanan.

Dion: Bapak ini nyari-nyari saja deh, saya nggak punya uang pak. Biasanya saya melanggar lampu itu juga nggak dikejar. Ini tumben banget, awas pungli lho pak!

Polisi: Makanya kalau mau melanggar lalu lintas itu lihat-lihat tanggal. Ini tanggal tua, tau! Ya sudah deh, dari pada repot kamu mending ke pengadilan saja!

Dion: Bayar di sini saja deh pak. 100 ribu kan yak?

Polisi: Nggak mas, 250 ribu atau masnya di pengadilan saja!

Koda:

Dion: Ya sudah deh pak, ke pengadilan saja.

Polisi: Ya sudah deh mas, 100 ribu saja!

Contoh #2 Teks Anekdot Layanan Publik - Ayo Sekolah!

contoh #2 teks anekdot layanan publik - ayo sekolah!

inikebumen.net

Abstraksi:

Hari yang ditunggu-tunggu dan paling mendebarkan telah tiba, yaitu pengumuman kelulusan kelas 3 SMP.

Sandi, salah satu siswa di SMP tersebut lulus dengan nilai yang cukup, yakni 21,92. Nilai itu seharusnya cukup untuk mendaftar di SMA terbaik di kotanya meski peluangnya hanya 50% saja.

Orientasi:

Sekian hari kemudian, pedaftaran baru siswa SMA sudah dibuka. Sandi mendaftarkan dirinya di SMA favorit.

Tidak mudah untuk masuk SMA tersebut karena peminatnya sangat banyak sehingga seleksi berdasarkan nilai ujian dilaksanakan dengan sangat ketat.

Banyak siswa yang menunggu di sekolah tersebut, layaknya bursa saham yang naik turun, para siswa itu deg-degan bilamana namanya dan nilainya bergeser turun: digeser oleh pendaftar baru yang skornya lebih tinggi.

Kebetulan ketika mendaftar, Sandi juga bertemu dengan teman-teman SMPnya yang juga mendaftar, salah satunya adalah Iwan, anak pengusaha paling kaya di kotanya.

Karena Iwan adalah teman sekelasnya, Sandi tahu nilai Iwan lebih rendah daripada nilainya.

Namun yang aneh, wajah Iwan tampak tenang-tenang saja dan tak terlihat hendak mempersiapkan diri mencari sekolah lain bilamana nilainya tidak masuk hitungan.

Krisis 1:

Hari menjelang siang dan satu-persatu calon siswa berguguran dan langsung ngacir mencari SMA lainnya.

Detik-detik menjelang akhir pendaftaran, kategori nilai sandi berada di urutan paling bawah. Sandi sudah putus asa apalagi masih ada yang mendaftar dan barangkali sangat mungkin untuk menggeser nilai Sandi.

Akhirnya pengumuman terakhir diumumkan, nilai terendah yang bisa masuk SMA itu adalah 22,01. Sandi sangat kecewa dan apa boleh buat, ia harus segera bergegas mendaftar di SMA lain.

Sebelum meninggalkan sekolah itu, Sandi berpapasan dengan Iwan.

Iwan: Mau kemana bro?

Sandi: Cari sekolah lain bro, nggak lolos. Kau nggak siap-siap juga cari sekolah lain?

Iwan: Aku Cuma daftar di sini bro.

Sandi: Tapi bukannya nilaimu….

Iwan: Aku masuk sini nggak pakai nilai kok bro, ayahku mau menyumbang lab bahasa kalau aku diterima jadi ya aku akan sekolah di sini.

Sandi: Oh, beruntung ya kamu…

Iwan: Nggak Cuma aku kok bro, banyak siswa yang kayak aku juga, jadi nilai ujian hanya formalitas. Kalau kamu mau sih kamu bisa ngajuin sumbangan apa gitu langsung ke kepala sekolah biar diterima bro. setahuku masih ada kuota kok. Sekolah pasang angka tinggi tujuannya ya itu, biar yang mau nyumbang bisa kebagian kelas.

Sandi: Oh, iya…iya..makasih infonya bro. Coba deh aku ke ruang kepala sekolah dulu sebelum cari sekolah lain.

Krisis 2:

Sandi belum mau meyerah, akhirnya ia bertekad memberanikan diri menemui kepala sekolah di SMA itu.

Sandi: Selamat siang, Pak…

Kepala Sekolah: Selamat siang, mas, ada yang bisa saya bantu?

Sandi: Begini pak, apa betul nilai terendah yang bisa diterima di sekolah ini adalah 22,01?

Kepala Sekolah: Betul sekali mas…

Sandi: Maaf pak, tapi saya dapat kabar juga, ada beberapa teman saya yang nilainya lebih rendah dari nilai itu tapi kok bisa sekolah di sini?

Kepala Sekolah: Ah, mungkin masnya salah. Yang diterima di sini semua nilainya lebih dari 24 mas. Kecuali memang ada beberapa siswa saja yang dikhususkan karena bersedia menyumbang pembangunan sekolah.

Ya bagaimanapun juga sekolahan ini harus ditingkatkan fasilitasnya mas, tidak ada dana kecuali dari sumbangan orang tua murid.

Sandi: Tolong pak saya diterima di sekolah ini. Saya sangat ingin sekolah di sini dan nilai saya hanya selisih sedikit saja kok pak.

Kepala Sekolah: Maaf mas, kami tidak bisa, kecuali orang tua mas mau menyumbang lebih untuk sekolah ini maka kami bisa pertimbangkan.

Sandi: Tapi kan ini tidak adil pak…ini sama saja dengan membohongi publik.

Kepala Sekolah: Masnya cari sekolah lain saja mas, lagipula di sekolah manapun juga sama kok mas, bukan hanya di sekolah sini saja. Maaf saya tidak bisa membantu lebih.

Sandi: Tapi kan seandainya nggak ada praktek memasukkan siswa khusus, saya masih memiliki hak untuk sekolah di sini pak.

Kepala Sekolah: Maaf mas, saya tidak bisa membantu, banyak juga kok yang nasibnya sama dengan mas dan segera mencari sekolah lain.

Atau gini aja mas, telfon bapaknya mas ini, siapa tahu mau menyumbang lebih ke sekolah, jadi masnya ini bisa sekolah di sini.

Koda:

Sandi: Ya nggak mungkin ayah saya mau pak, lha wong beliau kerja di KPK kok.

Kepala Sekolah: Oh ya syukur kalau begitu, masnya bisa langsung sekolah sini aja tanpa harus bayar sumbangan, hehehe (kepala sekolah tersenyum kecut-kecut gimana gitu).

Contoh #3 Teks Anekdot Layanan Publik - Penyuluhan

contoh #3 teks anekdot layanan publik - penyuluhan

bojonegorokab.go.id

Abstraksi:

Pada suatu hari, seorang dokter muda nan cantik sedang memberikan penyuluhan mengenai pentingnya KB di wilayah-wilayah terpencil.

Maklumlah, di wilayah tersebut penduduknya belum banyak yang menyadari pentingnya KB sehingga banyak pasangan suami istri yang hidupnya miskin karena terlalu banyak membesarkan anak.

Orientasi:

Kebetulan sekali, alat KB yang sedang diperkenalkan adalah kondom karena dinilai sangat praktis dan tidak membuat para ibu-ibu takut.

Yang menjadi hal paling menantang dalam penyuluhan ini adalah cara memberi tahu penggunaan kondom yang benar karena mau tidak mau bu dokter harus menggunakan alat peraga.

Kebetulan sekali pada waktu penyuluhan dimulai, alat peraga yang berupa dildo milik ibu dokter tersebut ketinggalan di rumah sehingga ibu dokter tersebut mencari benda yang mirip dengan dildo tersebut untuk dipasangi dengan kondom.

Satu-satunya benda yang bisa didapatkan di daerah itu adalah buah pisang.

Krisis:

Bu Dokter: Ibu-ibu, jadi untuk mencegah lagi kehamilan, maka ada salah satu alat yang praktis. Namanya adalah kondom. Ibu-ibu sudah tahu apa itu kondom?

Ibu-Ibu: (serempak) belum…

Bu Dokter: Jadi inilah yang namanya kondom (ibu dokter itu menunjukkan kondom yang ia bawa kepada ibu-ibu yang menghadiri penyuluhan). Nah, bentuknya seperti ini. Kira-kira ibu-ibu tahu tidak bagaimana cara menggunakannya?

Ibu-ibu: (serempak) belum….(sambil senyum-senyum dan ketawa cekakak-cekikik)…

Bu dokter: Baiklah kalau begitu. Tolong perhatikan baik-baik ya (bu dokter mengeluarkan pisang lalu memasangkan kondom di pisang tersebut) nah, jadi begini cara memasangnya ibu-ibu.

Selanjutnya kalau ibu-ibu mau melakukan hubungan, suruh suami anda masing-masing untuk menggunakan kondom. Bila ini dilakukan dengan benar, maka ibu-ibu tidak akan hamil lagi kalau melakukan hubungan. Ibu-ibu semua sudah paham?

Ibu-Ibu: Pahammmm….(sambil tertawa kecil dan berbisik-bisik dengan teman di sebelahnya).

Tiga bulan kemudian, sang dokter kembali datang di wilayah tersebut untuk memberikan penyuluhan lainnya.

Yang datang dalam penyuluhan tersebut adalah peserta yang sama dengan penyuluhan KB tempo lalu. Bedanya, beberapa dari ibu-ibu tersebut sudah ada yang hamil lagi. Lantas seorang ibu yang hamil mencoba menanyai dokter itu.

Ibu hamil: Bu dokter, maaf, dulu pas ibu kasih penyuluhan dan kami praktekkan kok nggak berhasil ya. Nyatanya kami masih bisa hamil. Apa ada yang salah dengan alatnya ya bu?

Bu Dokter: Coba ibu-ibu ingat-ingat kembali, jangan-jangan salah memasangnya. Bisa diceritakan bagaimana suami anda sekalian memasang alat tersebut?

Koda:

Ibu Hamil: Seperti yang dulu bu dokter pernah ajarkan pada kami, jadi saya sudah bilang ke suami saya, ketika mau melakukan hubungan, saya suruh suami saya pasang alat itu pada buah pisang yang saya beli di pasar buah.

Lalu kami melakukan hubungan. Dan hasilnya saya hamil lagi. Beberapa ibu-ibu lain juga tidak ada satupun yang berhasil bu dokter…

Contoh #4 Teks Anekdot Layanan Publik - Cita-citaku

contoh #4 teks anekdot layanan publik - cita-citaku

smktelkom-bjb.sch.id

Abstraksi:

Pagi ini Joko terlambat datang kesekolah, namun demikian, Joko tetap santai dan tidak terburu-buru masuk halaman sekolah, tidak seperti kawan-kawan lainnya yang panic dan takut kena hukuman.

Orientasi:

Seperti biasa,pak Heru selalu menjadi penunggu gerbang untuk menghukum siapapun yang datang terlambat.

Sesampainya Joko di depan pintu gerbang sekolah, ia sudah melihat pak Heru menghukum beberapa murid yang juga datang terlambat (meski lebih dahulu daripada Joko).

Pak Heru sangat geram melihat Joko yang senyam-senyum melihat teman-temannya dihukum, lalu pak Heru menegur Joko.

Krisis:

Pak Heru: Heh, Joko, sini kamu. Tiap hari kok datang terlambat! Senyam-senyum lagi.

Joko: Selamat pagi pak (sapa Joko sambil tersenyum).

Pak Heru: Joko, kamu tahu tidak, kamu disekolahkan itu biar jadi orang sukses nantinya, ini kok kamu malah nggak mau disiplin, datang terlambat terus, sering bolos, malas belajar. Mau jadi apa kamu nantinya!

Joko: Justru saya mau jadi orang sukses itu makanya saya datang terlambat pak.

Pak Heru: Heh, kok bisa! Ngawur kamu!

Joko: Ya nggak lah pak, lha wong cita-cita saya jadi anggota DPR kok! Mereka kan sering datang terlambat, sering tidur atau bolos pas ada rapat!

Pak Heru: Kamu ini kurag ajar sekali!

Joko: Nah, ini juga salah satu cara saya untuk belajar agar cita-cita saya kesampaian pak, saya kurang ajar itu karena nanti kalau jadi anggota DPR harus kurang ajar juga. Kalau sopan kan ya nggak afdol!

Pak Heru: Kamu itu berani melawan ya!

Joko: Ya maaf pak, ini terpaksa saya lakukan, soalnya nanti kalau saya jadi anggota DPR saya harus berani melawan hukum.

Pak Heru: Haduh pusing bapak dengan kelakuanmu…

Joko: Wow, berarti saya sudah oke belajarnya. Memang anggota DPR itu harus bikin pusing pak.

Pak Heru: DPR lagi DPR lagi, sudah kau push up 25 kali.

Lalu Joko akhirnya push up. Baru lima kali ia sudah berdiri dan mengambil kembali tasnya.

Joko: Sudah push up pak.

Pak Heru: Kau pikir bapak buta apa?! Kamu baru push up 5 kali.

Joko: Ya kalau mau jadi anggota DPR kan harus gitu pak, lihat tuh korupsinya besar-besaran tapi nggak ada yang mau ngaku.

Koda:

Pak Heru: Kenapa kamu nggak mau jadi presiden saja?

Joko: Nggak ah pak

Pak Heru: Kenapa nggak?

Joko: Kalau saya mau jadi presiden nanti kerjaan bapak jadi berkurang dong!

Pak Heru: Bocah gemblung!

Contoh #5 Teks Anekdot Layanan Publik - Maling Ikan

contoh #5 teks anekdot layanan publik - maling ikan

pinterest.com

Abstraksi:

Suatu hari nelayan Australia hendak mencuri ikan di perairan Indonesia. Untuk menyamarkan usaha mereka, sang kapten kapal menyuruh anak buahnya untuk mengecat seluruh body kapal dengan warna hijau dan memasang bendera merah putih.

Orientasi:

Salah satu anak buah kapal yang kebetulan berasal dari Timor-Timor memperingatkan sang kapten akan resiko untuk mengecat kapal dengan warna hijau karena ia percaya mitos bahwa di laut selatan ada sang ratu yang akan menghilangkan siapapun beratribut hijau di wilayahnya.

Tentu saja sang kapten yang merasa berwawasan modern dan canggih tidak mempercayai mitos tersebut.

Krisis:

Kapten Kapal: Apa kau bilang? Ratu laut kidul?

Kru: Iya kapten….kabarnya barang siapa yang bermain di pantai atau berenang dipantai dengan baju warna hijau, maka ratu laut kidul akan menculiknya.

Kapten Kapal: Hahahaha….bodoh sekali kau. Itu kan hanya mitos.

Kru: Tapi kapten, demi keamanan kita bersama!

Kapten Kapal: Bodoh amat! Pokoknya kapal ini harus berwarna hijau. Seluruh kru kapal juga harus memakai baju warna hijau! Barang siapa yang takut maka tidak usah saja jadi pelaut!

Akhirnya seluruh kru pasrah saja dengan kemauan kapten. Bagaimanapun juga ia adalah pemimpinnya.

Pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat. Sesampainya di perairan Indonesia bagian selatan, salah satu kru melihat ada seorang wanita yang menaiki sampan sambil asik merokok, minum kopi, dan membaca buku.

Kru: Kapten, lihat, di sana ada seorang wanita.

Kapten Kapal: Hahaha…ku bilang juga apa, tidak ada ratu laut selatan. Yang ada hanyalah ikan, laut, dan orang hilang. Kita dekati sampan itu, siapa tahu ia butuh pertolongan.

Kru: Baik kapten!

Kapal nelayan Australia itu mendekati sampan. Sang kapten penasaran sekali dengan sosok yang sedang nyantai sendirian di tengah lautan. Sang kapten belum tahu kalau sosok itu adalah Susi, penguasa baru perairan Indonesia.

Kapten Kapal: Halo Nyonya cantik, butuh bantuan.

Susi: Oh, kamu baik sekali, sayang sekali tidak. Ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan di sini ha?

Kapten: Jika ada petani di ladang, maka ia sedang bercocok tanam, dan jika ada nelayan di laut, maka ia akan mencari ikan.

Susi: Tentu saja kapten, dan bila ada nelayan di laut orang, maka ia akan mencuri ikan. Begitu bukan?

Kapten: Lautan sangat luas nyonya. Tidak ada siapapun yang memiliki ikan-ikan ini. Barang siapa yang menebar jaring, maka ia akan mendapatkan ikan. Anyway, siapa namamu?

Susi: Aku penguasa lautan ini.

Kapten: Oh, jadi kau rupanya ratu laut selatan?

Susi: Tidak tepat demikian. Aku manusia, bukan siluman. Aku nyata, bukan mitos. Dan barang siapa yang berani mengambil ikan di wilayahku, maka aku akan menenggelamkannya.

Kapten: Owch, galak sekali nyonya gaul ini, hahaha…nah, kebetulan aku akan mengambil ikan di sini. Apakah kau akan menenggelamkanku?

Susi: Tentu saja jika kau tidak segera enyah dari sini.

Kapten: Aku malah jadi penasaran ingin segera kau tenggelamkan. Tenggelamkan aku, nyonya cantik….hahahahaha!!!!

Susi: Kau akan menyesal.

Kapten: Sombong sekali kau nyonya, lantas dengan apa kau akan menenggelamkanku? Dengan sampanmu itu? Atau gayung mungilmu itu? Hahahaha.

Susi: Kapten bandel, aku sudah memperingatkanmu. Sesuai peraturan internasional, barang siapa yang mencuri ikan di wilayah yang bukan haknya, maka ia akan mendapatkan hukumannya. Sebelum terlembat pergilah dari sini.

Kapten: Oh, takutnya aku….hahahaha…hukum aku nyonya cantik…

Susi akhirnya menekan tombol merah di sampannya. Beberapa detik kemudian, kapal selam raksasa bersenjata lengkap mulai menampakkan diri di perairan.

Susi: Selamat tinggal kapten maling. Sampai jumpa di neraka! Anak-anak, tenggelamkan pencuri sialan itu!

Koda:

Sebagaimana maling-maling yang lain, akhirnya kapten kapal beserta seluruh kru dan awak kapalnya diberangkatkan ke neraka.

# # # # #

Demikianlah beberapa contoh teks anekdot layanan publik terbaru beserta strukturnya yang bisa aku bagikan dalam artikel ini.

Teman-teman juga bisa melihat contoh-contoh anekdot lain pada artikel cerita anekdot sindiran, atau contoh teks anekdot singkat.

Nah, teman-teman, semoga artikel ini bermanfaat buatmu, sampai jumpa pada artikel yang lain. Sampai jumpa dan terimakasih sudah berkenan membaca anekdot ini.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 GudangPelajaranContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service
Top