GudangPelajaran

Kumpulan Materi Pelajaran

45+ Contoh Konjungsi Beserta Pengertian dan Macam-Macamnya

November 24, 2017

Konjungsi. Apa itu kongjungsi? Apa saja macam-macam dan jenis-jenis konjungsi? dan Bagaimana contohnya?

Simak uraian selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Konjungsi

Konjungsi atau biasa disebut dengan kata sambung atau kata penghubung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan dua kata, dua klausal atau dua kalimat tertentu yang tidak mempunyai tujuan tertentu selain sebagai penghubung.

Contoh : Kita makan supaya kenyang.

Kata “supaya” dalam kalimat diatas merupakan konjungsi yang menghubungkan klausa “kita makan” dan “kenyang”.

Kata “supaya”, tidak mempunyai maksud dan tujuan lain selain sebagai penghubung (penghubung dengan tujuan) klausa “kita makan” dan “kenyang”.

Karena kata “supaya” merupakan kata konjungsi dengan hubungan tujuan, maka contoh diatas dapat diartikan “kita makan dengan tujuan kenyang”.

Jenis Jenis Konjungsi

Dalam kaidah bahasa Indonesia, terdapat 4 jenis konjungsi yaitu:

1. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, dua frasa atau dua klausa dimana keduanya mempunyai kedudukan yang sama kuat.

Yang termasuk konjungsi koordinatif adalah : tetapi, dan, serta, padahal, sedangkan.

Contoh kalimat konjungsi koordinatif : Budi mengikuti ekskul sepakbola dan Tono mengikuti ekskul beladiri.

Sepakbola dan beladiri mempunyai kedudukan yang sama kuat, sehingga dihubungkan dengan konjungsi koordinatif.

2. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang terdiri dari 2 kata, dimana kedua kata tersebut dipisahkan oleh klausa yang dihubungkan.

Yang termasuk konjungsi korelatif adalah : bukan hanya ..., melainkan juga; jangankan ..., ..pun...; tidak hanya ..., tetapi juga ...;

Contoh kalimat konjungsi korelatif : Untuk memenangkan sebuah pertandingan sepakbola, tidak hanya kemampuan individu setiap pemain tetapi juga kekompakan tim dalam bertahan maupun menyerang sangat menentukan hasil akhir pertandingan.

3. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dimana salah satu klausa merupakan anak kalimat dari klausa yang lain.

Konjungsi subordinatif dibagi lagi menjadi 11 macam, yaitu:

a. Konjungsi Subordinatif Syarat

Misal : kalau, bila, asal, jika.

Contoh kalimat : Sepulang sekolah aku akan main ke rumahmu asal tidak hujan.

b. Konjungsi Subordinatif Waktu

Misal : sesudah, ketika, selama, setelah, sampai, hingga.

Contoh kalimat : Aku akan ikut bermain basket selama kakakku diperbolehkan bermain juga.

c. Konjungsi Subordinatif Pengandaian

Misal : seandainya, andaikan, sekiranya.

Contoh kalimat : Kita dapat tempat duduk di depan seandainya kita tidak datang terlambat.

d. Konjungsi Subordinatif Konsesif

Misal : sungguhpun, meskipun, walaupun.

Contoh kalimat : Aku akan tetap mengerjakan tugas meskipun bu Rahma tidak mengajar.

e. Konjungsi Subordinatif Tujuan

Misal : supaya, biar, agar.

Contoh kalimat : Doni berangkat sekolah pukul 05.30 supaya tidak terjebak macet.

f. Konjungsi Subordinatif Sebab

Misal : karena, sebab, oleh karena.

Contoh kalimat : Hari ini pak Bambang tidak masuk karena sedang ada tugas di luar kota.

g. Konjungsi Subordinatif Pembandingan

Misal : ibarat, seperti, seakan-akan, laksana, seolah-olah.

Contoh kalimat : Di pertandingan besok, aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku seolah-olah besok adalah pertandingan terakhirku.

h. Konjungsi Subordinatif Alat

Misal : dengan, tanpa.

Contoh kalimat : Dewiii, tolong potongkan bawang di dapur dengan pisau yang sudah di cuci.

i. Konjungsi Subordinatif Hasil

Misal : sampai-sampai, sehingga.

Contoh kalimat : Aku akan belajar dengan giat sehingga dapat lulus dengan nilai yang memuaskan.

j. Konjungsi Subordinatif Perbandingan

Misal : sama ... dengan; lebih ... daripada;.

Contoh kalimat : Tim lawan memang pantas menang karena lebih kompak daripada tim kita.

k. Konjungsi Subordinatif Komplementasi

Misal : bahwa.

Contoh kalimat : Tadi pak Didi memberitahu faishal bahwa besok akan diadakan pertandingan persahabatan melawan SMP 3.

Macam-Macam Konjungsi

Terdapat 14 macam konjungsi yang akan kita bahas dibawah ini yaitu:

1. Konjungsi Aditif

Konjungsi aditif atau konjungsi penjumlahan atau konjungsi penggabungan adalah konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua klausa atau dua kalimat dimana kedua kalimat tersebut mempunyai kedudukan yang sama kuat.

Yang termasuk konjungsi aditif adalah : lagi, dan, serta.

Contoh kalimat konjungsi aditif : Ibu pergi ke pasar dan membeli beberapa sayuran.

Klausa "Ibu pergi ke pasar" dan klausa "membeli beberapa sayuran" mempunyai kedudukan yang sama kuat, sehingga untuk menghubungkan kedua klausa tersebut kita dapat menggunakan konjungsi aditif "dan".

2. Konjungsi Disjungtif

Konjungsi disjungtif atau konjungsi pilihan adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan kedudukan yang sama tetapi kita harus memilih salah satu diantara keduanya.

Yang termasuk konjungsi disjungtif adalah : atau, maupun

Contoh kalimat konjungsi disjungtif : Kamu lebih suka main basket atau sepakbola?

Karena kita diharuskan untuk memilih salah satu permainan yang kita suka (basket atau sepakbola), maka konjungsi yang cocok digunakan dalam kalimat diatas adalah konjungsi disjungtif.

3. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau dua kalimat dimana kedua klausa atau kalimat tersebut mempunyai hubungan waktu.

Dua klausa yang dihubungkan dengan konjungsi temporal bisa mempunyai kedudukan yang sama kuat atau salah satu lebih lemah.

Konjungsi temporal yang menghubungkan dua klausa yang mempunyai kedudukan sama kuat yaitu : sebelumnya, sesudahnya.

Contoh : Bapak sebentar lagi akan pulang, sebelumnya bapak akan menjemput kakak di sekolah.

Klausa "bapak sebentar lagi akan pulang" dan klausa "bapak akan menjemput kakak di sekolah" mempunyai kedudukan yang sama kuat.

Konjungsi temporal yang menghubungkan dua klausa dimana salah satu klausa lebih lemah dibanding klausa satunya adalah : apabila, ketika, hingga, sementara, sampai, tatkala.

Contoh : Saya akan memberangkatkan haji ibu dan bapak ketika uang tabungan saya sudah mencukupi.

4. Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang sama kuat, dimana kedua klausa tersebut saling bertentangan.

Yang termasuk konjungsi pertentangan : sebaliknya, melainkan, tetapi, namun.

Contoh kalimat konjungsi pertentangan : Timnas Indonesia U19 berhasil menjadi juara dalam gelaran piala AFF, sebaliknya Timnas Indonesia U23 bahkan tidak lolos fase group.

Klausa "Timnas Indonesia U19 berhasil menjadi juara dalam gelaran piala AFF" merupakan kebalikan atau pertentangan dari klausa "Timnas Indonesia U23 bahkan tidak lolos fase group"

5. Konjungsi Pembenaran

Konjungsi pembenaran adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa dimana klausa pertama merupakan pembenaran dan klausa kedua merupakan penolakan.

Yang termasuk konjungsi pembenaran : sungguhpun, walaupun, kendatipun, meskipun, sekalipun, biarpun.

Contoh kalimat konjungsi pembenaran : Budi akan tetap bermain bola meskipun kakinya patah.

6. Konjungsi Pembatasan

Konjungsi pembatasan adalah konjungsi yang menjelaskan tentang batasan suatu hal atau suatu perbuatan bisa dilakukan atau tidak.

Yang termasuk konjungsi pembatasan adalah : selain, kecuali, asal.

Contoh kalimat konjungsi pembatasan : Dian suka semua makanan kecuali bakso.

7. Konjungsi Kausal atau Sebab

Konjungsi sebab adalah konjungsi yang menjelaskan suatu hal terjadi karena sebab tertentu.

Yang termasuk konjungsi sebab adalah : karena, sebab.

Contoh kalimat konjungsi sebab : Budi tidak masuk sekolah karena sakit.

8. Konjungsi Akibat

Konjungsi akibat adalah konjungsi yang menjelaskan suatu hal terjadi di-akibat-kan hal yang lain.

Yang termasuk konjungsi akibat adalah : sampai, sehingga, akibatnya.

Contoh kalimat konjungsi akibat : Doni tidur di dalam kelas ketika pelajaran sedang berlangsung sehingga di hukum berdiri di depan kelas.

9. Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa dimana kedua klausa tersebut saling terkait.

Yang termasuk konjungsi perbandingan adalah : seperti, sebagaimana, bagaikan, seakan-akan.

Contoh kalimat konjungsi perbandingan : Dodi dapat berlari sangat cepat bagaikan seekor kuda.

10. Konjungsi Pengantar Kalimat

Konjungsi pengantar kalimat adalah konjungsi yang digunakan untuk memulai suatu kalimat atau menghubungkan kalimat setelah konjungsi dengan paragraf sebelumnya.

Yang termasuk konjungsi pengantar kalimat adalah : adapun, akan, syahdan, bahwasanya.

Contoh kalimat konjungsi pengantar kalimat adalah : Adapun kegiatan yang akan kita lakukan hari ini adalah mencari jejak dan outbound.

11. Konjungsi Perlawanan

Konjungsi perlawanan adalah konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa dimana kedua klausa tersebut saling berlawanan.

Yang termasuk konjungsi perlawanan adalah : akan tetapi, sebaliknya, bukan saja, melainkan, tidak hanya.

Contoh kalimat konjungsi perlawanan adalah : Di sekolah, Irwan termasuk siswa yang pintar akan tetapi nakal.

Nakal dan pintar merupakan dua hal yang saling bertentangan, maka sangat cocok jika dihubungkan dengan menggunakan konjungsi perlawanan.

12. Konjungsi Tujuan

Konjungsi tujuan atau konjungsi final adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa dimana klausa kedua merupakan tujuan dari klausa pertama.

Yang termasuk konjungsi tujuan adalah : untuk, supaya, agar, biar.

Contoh kalimat konjungsi tujuan adalah : Setiap sore Erwin dan teman-temanya berlatih sepakbola supaya hebat dan lolos turnamen nasional.

Menjadi hebat dan lolos turnamen nasional merupakan tujuan Erwin dan teman-temannya berlatih sepakbola sehingga sangat pas jikg dihubungkan dengan menggunakan konjungsi tujuan.

13. Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa dimana klausa kedua merupakan syarat dari klausa pertama.

Yang termasuk konjungsi syarat adalah : asalkan, jika, apabila, jikalau

Contoh kalimat konjungsi syarat adalah : Tika akan ikut kegiatan bakti sosial besok asalkan mendapat izin dari orangtuanya.

Izin dari orangtua merupakan syarat Tika mengikuti kegiatan bakti sosial, jadi akan sangat cocok dihubungkan dengan konjungsi syarat.

14. Konjungsi Kronologis

Konjungsi kronologis adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa dimana kedua klausa tersebut merupakan suatu kejadian yang terjadi secara berurutan.

Yang termasuk konjungsi kronologis adalah : kemudian, lalu, sebelum, sesudah

Contoh kalimat konjungsi kronologis adalah : Bu Ida pergi kepasar kemudian membeli daging ayam 1kg.

Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan antara dua kalimat atau lebih dan harus diawali dengan huruf kapital. Konjungsi antarkalimat mempunyai satu ciri-ciri yang pasti selalu ada yaitu konjungsi digunakan untuk memulai suatu kalimat baru.

Terdapat 11 macam konjungsi antarkalimat, yaitu:

1. Kesediaan melakukan sesuatu yang berbeda

Konjungsi ini menghubungkan dua kalimat dimana kalimat kedua menyatakan kesanggupan untuk melakukan sesuatu yang berbeda atau bertentangan dengan kalimat pertama.

Misal : biarpun demikian, sungguhpun begitu, sekalipun begitu, biarpun begitu

Contoh : Kami akui, kami memang takut menghadapi tim favorit juara. Biarpun begitu, kami akan berusaha untuk memenangkan pertandingan ini.

2. Kelanjutan dari kejadian sebelumnya

Konjungsi ini menghubungkan kalimat kedua yang merupakan lanjutan peristiwa atau kejadian dari kalimat pertama.

Misal : kemudian, selanjutnya, sesudah itu

Contoh : Sekarang kita akan beristirahat di rumah nenek. Sesudah itu kita pergi ke pantai.

3. Menambahkan Sesuatu

Konjungsi yang munghubungkan adanya tambahan peristiwa atau informasi dari yang disebutkan di kalimat pertama.

Misal : selain itu, lagi pula, tambahan pula

Contoh : Alhamdulillah, kita akhirnya memenangkan kejuaraan ini. Selain itu, Novianto juga terpilih menjadi pemain terbaik.

4. Kebalikan

Konjungsi yang berfungsi untuk membalikan peristiwa atau kejadian yang telah disebutkan di kalimat pertama.

Misal : sebaliknya

Contoh : Firman merupakan tipe orang yang rapih dalam mengerjakan sesuatu. Sebaliknya, Budi tipe orang yang berantakan.

5. Keaadaan yang Sebenarnya

Konjungsi ini menyatakan keadaan yang sebenarnya atau sesungguhnya terjadi pada kalimat pertama.

Misal : bahwasanya, sesungguhnya

Contoh : Doni bermain buruk hari ini. Sesungguhnya dia sedang mengalami cidera.

6. Menguatkan Keadaan

Konjungsi ini menghubungkan kalimat pertama dan kedua, dimana kalimat kedua berfungsi untuk menguatkan kejadian atau peristiwa yang terjadi pada kalimat pertama.

Misal : bahkan, malahan

Contoh : Hari minggu besok kita jadi mengadakan acara camping bersama. Bahkan Aldo sudah mempersiapkan peralatannya dari satu bulan yang lalu.

7. Pertentangan Keadaan

Konjungsi ini menghubungkan kalimat kedua yang merupakan kalimat pertentangan dengan kalimat pertama.

Misal : namun, tetapi

Contoh : Yeeaaayyy, sampai juga di Jogja. Tetapi sayang Dila tidak bisa ikut.

8. Keeksklusifan Keadaan

Konjungsi ini menghubungkan kalimat kedua yang merupakan kalimat keeksklusifan atau kekhususan dari apa yang dinyatakan pada kalimat pertama.

Misal : kecuali itu

Contoh : Pada hari senin, semua siswa mengikuti kegiatan upacara bendera. Kecuali itu siswa yang sedang sakit.

9. Konsekuensi Keadaan

Konjungsi ini menghubungkan kalimat kedua yang merupakan konsekuensi dari apa yang dilakukan pada kalimat pertama.

Misal : dengan demikian

Contoh : Pada tanggal 9-11 April, siswa kelas 3 akan mengadakan Ujian Nasional. Dengan demikian, siswa kelas 1 dan kelas 3 diharapkan untuk belajar dirumah.

10. Akibat

Konjungsi ini menghubungkan kalimat kedua yang menyatakan akibat dari kejadian yang terjadi pada kalimat pertama.

Misal : oleh sebab itu, oleh karena itu

Contoh : Tadi malam sekolah kita kebanjiran. Oleh karena itu besok semua siswa diharapkan membawa peralatan bersih-bersih.

11. Mendahului Kejadian

Konjungsi ini menghubungkan kalimat kedua yang menyatakan kejadian yang terjadi sebelum kalimat pertama.

Misal : sebelum itu

Contoh : Dalam pertandingan kemarin sekolah kita kalah dengan skor 2-3. Sebelum itu kita sempat memimpin 2-0 pada babak pertama.

Konjungsi Intrakalimat

Konjungsi intrakalimat adalah kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa atau klausa tetapi masih dalam satu kalimat.

Terdapat 10 macam konjungsi intrakalimat, yaitu:

  1. Konjungsi hubungan syarat. Misal : kalau, jika, asalkan, bila. Contoh : Bu Tini akan mengadakan tasyakuran jika anaknya lulus sekolah.
  2. Konjungsi hubungan waktu. Misal : sejak, sehabis, sesudah, selama, sementara, sampai, sehingga. Contoh : Aku akan berjuang sampai peluit akhir dibunyikan.
  3. Konjungsi hubungan tujuan. Misal : supaya, biar, agar. Contoh : Kita harus latihan dengan giat supaya bisa memenangkan kejuaraan.
  4. Konjungsi hubungan pengandaian. Misal : umpamanya, seandainya, sekiranya, andaikan. Contoh : Rumah nenek pasti rame dan ceria seandainya keluarga paman dan bibi ikut mudik
  5. Konjungsi hubungan kemiripan. Misal : seperti, seolah-seolah, seakan-akan, sebagaimana, laksana. Contoh : Tono mempunyai lengan yang sangat keras seperti batu
  6. Konjungsi Hubungan Konsesif. Misal : sekalipun, biarpun, sungguhpun, meskipun. Contoh : Timnas Indonesia terus bermain dengan semangat meskipun sudah tertinggal 3-0.
  7. Konjungsi hubungan akibat. Misal : sehingga, makanya, sampai. Contoh : Budi termasuk siswa yang nakal makanya tidak naik kelas
  8. Konjungsi hubungan sebab. Misal : karena, sebab. Contoh : Feri tidak jadi ikut karena tidak diperbolehkan oleh orangtuanya
  9. Konjungsi hubungan cara. Misal : dengan. Contoh : Ibu berangkat pengajian dengan pakaian putih.
  10. Konjungsi hubungan penjelasan. Misal : bahwa. Contoh : Kakak berkata bahwa akan pulang minggu ini

Konjungsi Eksternal

Konjungsi eksternal adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang merupakan pendapat atau argumen terhadap suatu kejadian tertentu.

Yang termasuk konjungsi eksternal adalah : ketika, sebelum, setelah, tetapi, sehingga, walaupun

Contoh kalimat konjungsi eksternal adalah : Masyarakat harus menyadari pentingnya kebersihan lingkungan sehingga tidak membuang sampah sembarangan.

Konjungsi Kalimat Majemuk Setara

Konjungsi kalimat majemuk setara adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat majemuk dimana kedua kalimat majemuk tersebut mampunyai kedudukan yang seimbang atau setara.

Yang termasuk konjungsi kalimat majemuk setara : dan, lagipula, serta, atau, lalu, terus.

Contoh konjungsi kalimat majemuk setara adalah : Ibu memasak di dapur dan bapak membaca koran di teras.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 GudangPelajaranContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service
Top